Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemkab Kutai Timur Gandeng Perusahaan untuk Percepatan Penanganan Stunting

Jufriadi • Jumat, 28 Maret 2025 | 19:31 WIB
KUNJUNGAN: Kunjungan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutim di Keluarga Beresiko Stunting
KUNJUNGAN: Kunjungan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutim di Keluarga Beresiko Stunting

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dalam upaya menekan angka stunting melalui Gerakan Nasional Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program ini melibatkan berbagai perusahaan di wilayah Kutai Timur agar turut serta dalam upaya pemberian bantuan dan intervensi bagi keluarga berisiko stunting.

Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Kalimantan Timur, Nurizky Permanajati, menegaskan bahwa GENTING adalah gerakan gotong royong yang tidak hanya mengandalkan dana APBN dan APBD, tetapi juga melibatkan mitra swasta dalam skema pentahelix.

“Perusahaan memiliki peran penting dalam program ini, baik dalam bentuk bantuan gizi maupun intervensi lain seperti penyediaan akses air bersih, pembangunan sanitasi, serta program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga berisiko stunting,” ujar Nurizky.

Beberapa perusahaan yang sudah berkontribusi dalam program ini antara lain PT GAM, PT Indominco, KPC, dan PT Indeksim. Perusahaan-perusahaan ini telah memberikan bantuan dalam bentuk pemberian makanan tambahan (PMT), program edukasi, serta pembangunan fasilitas sanitasi dan air bersih.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur, Junaidi, juga menegaskan bahwa ke depan pihaknya akan memetakan bantuan dari perusahaan agar tidak terjadi tumpang tindih dan lebih merata.

“Kami akan memastikan bahwa setiap bantuan dari perusahaan benar-benar tepat sasaran dan tidak hanya terpusat di satu titik tertentu. Semua intervensi akan didasarkan pada data by name by address agar lebih efektif,” ujar Junaidi.

Selain itu, Baznas Kutai Timur juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar untuk membantu keluarga berisiko stunting. Bantuan ini akan digunakan untuk PMT serta program pemberdayaan masyarakat. (jfr)

Editor : Muhammad Ridhuan
#stunting #kutai timur #genting #Gerakan Nasional Orang Tua Asuh