KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Gula Gait di Desa Banua Baru Ulu, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur, terus berkembang dan menunjukkan eksistensinya sebagai produk lokal yang tak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga telah menembus pasar nasional bahkan mancanegara.
“Usaha ini sebenarnya sudah ada sejak lama, turun-temurun dari nenek, lalu ke ibu saya, sekarang ke saya. Tapi mulai dikenal luas sejak Kutai Timur berdiri,” ungkap Rohani, pelaku usaha Gula Gait, saat diwawancarai, Senin (21/4).
Produk khas ini menggunakan bahan-bahan lokal, seperti gula merah, sedikit gula pasir, dan air. Proses pembuatannya pun masih dilakukan secara tradisional namun mampu menghasilkan cita rasa yang khas dan disukai banyak orang. “Kalau bahan-bahan semua dari sini saja, lokal. Cuma tiga macam: gula merah, gula pasir, sama air,” jelasnya.
Meski tidak memiliki catatan pasti terkait omzet, pelaku usaha ini menyebut bahwa jumlah permintaan terus meningkat, terutama saat ada event atau pameran. “Kalau ada pameran atau kunjungan pejabat itu pasti ramai. Bisa bikin sampai 1.000 sampai 1.500 biji per hari. Bahkan minggu lalu, saya bikin sampai 8.000 biji,” ujarnya.
Tak hanya di Kaltim, produk Gula Gait ini telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Medan, Palangka Raya, dan Papua. Bahkan, pernah juga dibawa ke luar negeri oleh seorang warga yang menghadiri acara di Jakarta.
“Dua tahun lalu dibawa ke luar negeri, pas ada acara di Jakarta. Katanya ada yang dari Amerika suka dan minta kirim lagi. Katanya ‘Enak loh permennya ini dari gula merah," tambahnya sambil tertawa.
Sayangnya, meski sudah dikenal luas dan menjadi oleh-oleh khas Kutim, usaha ini belum pernah mendapat bantuan permodalan atau dukungan langsung dari pemerintah.
“Enggak pernah ada bantuan. Kalau dari dinas, paling cuma pesan produk kalau ada kegiatan atau pameran. Tapi untuk bantuan usaha, enggak ada,” katanya.
Meski begitu, ia sempat mengikuti pelatihan pemasaran di Sangatta yang diadakan pemerintah beberapa waktu lalu. Ia berharap ke depan ada perhatian lebih terhadap UMKM seperti miliknya agar bisa berkembang lebih baik lagi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo