KALTIMPOST.ID, SANGATTA–Ketinggian air Sungai Sangatta di titik pantau intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), terus menunjukkan tren kenaikan Sabtu (24/5).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim Idris Syam melaporkan, pemantauan yang dilakukan sejak pagi hingga sore tercatat pada pukul 08.03 Wita. Menunjukkan posisi air di Reference Level (RL) 6,40. Ketinggian itu terus bertambah secara bertahap hingga mencapai RL 6,79 pada pukul 14.00 Wita.
RL adalah ukuran tinggi permukaan air dari rata-rata permukaan laut. Artinya, pada pukul 08.03 Wita, permukaan sungai berada 6 meter 40 cm di atas permukaan laut, dan naik menjadi 6 meter 79 sentimeter lima jam kemudian.
Meski terjadi kenaikan, level air masih berada dalam kategori aman untuk operasional IPA Kabo. Berdasarkan standar operasional, IPA Kabo dinyatakan dalam kondisi hijau jika ketinggian air berada di bawah RL 7,69. Artinya, lanjut Idris, aktivitas pengolahan air tetap dapat berjalan normal.
Sementara itu, kategori kuning berada pada RL 7,70 hingga 8,20, di mana operasional masih bisa dilakukan namun memerlukan bantuan perahu. Di atas RL 8,21, intake masuk kategori merah karena lantai panel mulai terendam dan berisiko tinggi. "Info staf yang berada di area rendah, air baru merangkak sampai mata kaki," ujarnya.
Dari pantauan Kaltim Post, air telah naik ke badan jalan di beberapa titik. Di antaranya Jalan KH Ahmad Dahlan, Sangatta Utara, genangan air setinggi mata kaki. Sementara di Jalan Gunung Teknik, Gang Tepian Teknik, Sangatta Selatan, air sudah mencapai setinggi paha orang dewasa di kawasan rendah dekat pinggir sungai.
Idris mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kenaikan air yang akan mengakibatkan banjir di beberapa titik di Sangatta. "Imbauan untuk masyarakat agar siap siaga menghadapi banjir," ujarnya.
Editor : Dwi Restu A