SANGATTA - Seorang jamaah haji asal Kutai Timur (Kutim), Dendy Wahyu Prihadi (60) dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci pada Jumat (24/5). Almarhum merupakan warga Sangatta Utara yang tergabung dalam kloter 4, rombongan 7, regu 27, dan termasuk kelompok jamaah dengan risiko tinggi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kutim, Ahmad Barkati, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima informasi bahwa almarhum dilarikan ke RS Abeer Saudi National Hospital dalam kondisi tidak sadarkan diri sekitar pukul 15.31 Wita.
“Dalam perjalanan menggunakan ambulans, almarhum sudah tidak sadarkan diri dan sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit,” jelas Barkati, saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (24/5) malam.
Hingga saat ini, Kemenag Kutim belum menerima informasi resmi dari pihak rumah sakit terkait penyebab kematian Dendy. Meski demikian, Barkati menyampaikan duka mendalam atas wafatnya salah satu jemaah asal Kutim.
“Semoga almarhum diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya dan kepada keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan Allah Subhanahu Wa Taala kesabaran, keikhlasan, dan ketabahan,” ucapnya.
Barkati menambahkan, tentunya ke depan akan ada santunan asuransi bagi keluarga almarhum. Namun, mekanismenya akan diurus oleh petugas Embarkasi Haji Balikpapan.
Menurut Barkati, jamaah asal Kutim secara umum berada dalam kondisi sehat dan telah diberangkatkan dari Madinah ke Mekkah, Kamis (22/5). Mereka juga sudah mendapatkan kartu masuk Masjidil Haram dan bisa melaksanakan tawaf wajib.
Ia menambahkan, Kemenag Kutim terus berkoordinasi dengan petugas haji di Tanah Suci guna memantau kondisi para jemaah, terutama mereka yang berisiko tinggi atau memiliki keluhan kesehatan.
“Selalu kami mengimbau jemaah agar bisa menjaga kesehatan dan mengikuti arahan-arahan dari petugas yang ada di sana,” tutup Barkati. (*)
Editor : Sukri Sikki