Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

HMI Sangatta Bantah Keterlibatan dalam Kepengurusan KNPI Kutim, Sebut Namanya Dicatut tanpa Komunikasi Resmi

Jufriadi • Minggu, 22 Juni 2025 | 17:17 WIB

Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) HMI Cabang Sangatta, Triatno Wahyu Saputra.
Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) HMI Cabang Sangatta, Triatno Wahyu Saputra.

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sangatta menyatakan tidak terlibat dalam kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutai Timur versi manapun baik versi Andi Zulfian N maupun Avivurahman Al Ghazali.

HMI Cabang Sangatta menegaskan sikap netral, sekaligus membantah adanya dukungan terhadap susunan pengurus DPD KNPI Kutim, khususnya yang diketuai oleh Andi Zulfian N.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) HMI Cabang Sangatta, Triatno Wahyu Saputra setelah beredarnya foto salah satu kader HMI yang mengenakan atribut organisasi dalam pemberitaan terkait formasi awal pengurus KNPI Kutim versi Andi Zulfian.

Baca Juga: Hore! Tanpa Kuota, Semua Mahasiswa asal Kutim Akan Diberikan Beasiswa, Ini Ketentuannya…

Kejadian ini dinilai mencederai sikap resmi organisasi yang sejak awal telah menolak terlibat dalam dualisme kepemimpinan KNPI. “Saya pun kaget setelah melihat dan beredarnya di media sosial ada foto mengunakan atribut HMI. Sedangkan kami dari awal tidak mendukung DPD KNPI kalau tidak rekonsiliasi atau penyatuan KNPI. Itu sudah jauh sebelumnya di ingatkan sama Ketum kami, Kanda Siswandi," katanya, Sabtu (21/6/2025).

Ia menyayangkan tindakan penggunaan atribut HMI dalam kegiatan yang tidak pernah dikoordinasikan sebelumnya. Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan Ketua Umum HMI Cabang Sangatta maupun struktur organisasi cabang lainnya.

Triatno menegaskan bahwa simbol dan identitas organisasi seperti atribut HMI tidak boleh digunakan sembarangan, terlebih dalam konteks dukung-mendukung pihak eksternal. Ia menyebut tindakan semacam ini bertentangan dengan konstitusi organisasi dalam AD/ART HMI.

Baca Juga: Sampah Jadi Cuan! Pertamina EP Sangatta Ubah Limbah Organik Lewat Budidaya Maggot

“Secara organisasi, atribut HMI adalah simbol yang membedakan identitas kader HMI dan bukan kader HMI. Penggunaan tanpa izin bisa menimbulkan kesalahpahaman publik,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa HMI Cabang Sangatta sebelumnya telah membahas hal ini dalam rapat harian dan memutuskan secara kolektif untuk tidak berpihak pada kepengurusan KNPI manapun.

Sebelumnya, dalam rilis susunan pengurus DPD KNPI Kutim versi Andi Zulfian N, nama Sakriadi Aldhy disebut sebagai Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Desa dengan keterangan sebagai kader HMI. Hal inilah yang memicu klarifikasi dari pihak HMI Sangatta.

“Kami memiliki mekanisme internal dalam menyikapi tindakan kader, termasuk edukasi dan pengawasan, agar tetap berada dalam koridor aturan organisasi,” terang Triatno.

Lebih lanjut, ia mengimbau seluruh pihak agar tidak membawa-bawa nama organisasi HMI tanpa komunikasi resmi dengan pengurus cabang. Ia juga meminta agar foto yang beredar dan mencantumkan logo HMI segera dihapus. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#hmi #KNPI Kutai Timur