Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

600 Lulusan SMP di Sangatta Tak Tertampung di SMA Negeri, Ini Usulan Solusi

Jufriadi • Kamis, 3 Juli 2025 | 16:32 WIB

Photo
Photo
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Persoalan daya tampung sekolah negeri tingkat SMA di wilayah Sangatta kembali menjadi sorotan. Tahun ini, sebanyak 600 lulusan SMP di Sangatta Utara dan Selatan terancam tidak tertampung di SMA/SMK negeri yang ada.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Mulyono, menyebut persoalan ini bukan hal baru. Setiap tahun, penerimaan peserta didik baru (PPDB) di jenjang SMA selalu menjadi masalah utama, terutama karena terbatasnya daya tampung sekolah negeri.

“Karena yang kita pahami bersama hari ini yang jadi persoalan utama kita bertahun-tahun itu adalah masalah penerimaan siswa baru khususnya yang jenjang SMA,” ujar Mulyono, Kamis (3/7).

Berdasarkan data yang disampaikan Mulyono, jumlah lulusan SMP di wilayah Sangatta Utara dan Selatan tahun ini mencapai 2.134 siswa. Sementara, daya tampung lima sekolah negeri hanya sekitar 1.500 siswa. "Jadi ada sekitar 600 orang yang masih belum tertanggung," katanya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Mulyono memaparkan tiga solusi yang sudah diusulkan ke pemerintah provinsi. Pertama, memaksimalkan jumlah rombongan belajar (rombel) di SMA negeri sederajat yang ada. Jika memungkinkan, penambahan rombel akan menjadi langkah cepat dalam menampung lebih banyak siswa.

Kedua, mempercepat proses perizinan pembangunan sekolah baru. Menurutnya, pemerintah provinsi sudah merencanakan pembangunan SMA baru di Sangatta.

“Kita percepat nanti untuk perizinan sekolah yang baru. Karena kita mau bangunkan sekolah baru. Provinsi mau bangun sekolah baru di sini," ucapnya.

Solusi ketiga adalah mendorong pemerintah provinsi agar memberikan perhatian lebih kepada sekolah swasta, baik dalam bentuk dukungan kebijakan maupun bantuan anggaran. Hal ini dinilai penting agar sekolah swasta bisa menjadi pilihan yang layak bagi masyarakat.

"Kalau sekolah swasta dibantu dan ditingkatkan, masyarakat bisa lebih terbuka menyekolahkan anaknya di sana,” ungkap Mulyono.

Ia berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari Pemprov Kaltim. "Siapa tahu ada kebijakan dari Pak Gubernur nanti bisa memberikan stretching lebihlah untuk SMA-SMA kita sehingga bisa ya tadi tidak terjadi kesenjangan yang lebihlah," tutupnya. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
#Disdikbud Kutim #mulyono #SPMB 2025