Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Disemprot Gubernur, Begini Nasib Penanganan Longsor Poros Sangatta–Bengalon

Jufriadi • Rabu, 10 September 2025 | 15:47 WIB
BUTUH PERBAIKAN: Kondisi jalan nasional poros Sangatta–Bengalon yang mengalami longsor hingga nyaris putus.
BUTUH PERBAIKAN: Kondisi jalan nasional poros Sangatta–Bengalon yang mengalami longsor hingga nyaris putus.

KALTIMPOST.ID, ‎SANGATTA – Longsor yang melanda jalan nasional poros Sangatta–Bengalon membuat jalur vital di Kutai Timur (Kutim) itu nyaris terputus. Kondisi ini langsung menimbulkan keresahan, karena jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi masyarakat dan angkutan logistik.

‎Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim), Yudi Hardiana menjelaskan longsoran dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi pada 12 Januari 2025 lalu.

Hujan itu menyebabkan badan jalan menurun drastis. Pada saat itu pihak BPJN melakukan survei lapangan, dokumentasi serta melihat kondisi yang terdampar longsor.

‎Namun, Ia juga tidak memungkiri adanya aktivitas pertambangan PT Kaltim Prima Coal (KPC) berupa blasting atau penggunaan bahan peledak menimbulkan getaran yang ikut berkontribusi terhadap longsor.

‎"Kalau dampak blasting pasti ada. Pasti ada, kalau dampak gitu. Apalagi radius-radius tertentu," ujarnya, Rabu (10/9). ‎Yudi menyebut, berdasarkan hasil kunjungan bersama pada 9 September 2025 disepakati bahwa penanganan longsoran akan dilakukan oleh PT KPC.

Pada tahap awal, perusahaan akan melaksanakan soil investigasi (menganalisis kondisi dan karakteristik tanah dan batuan) di lima titik pada minggu kedua September untuk menentukan kedalaman struktur yang akan dibangun.

‎Hasil investigasi tersebut digunakan secara simultan dalam penyusunan desain. Struktur penanganan yang diusulkan berupa bored pile (pondasi tiang bor) sepanjang 50 meter di satu sisi jalan.

‎Rancangan ini kata Yudi akan dikonsultasikan kepada BBPJN Kaltim mulai minggu pertama Oktober untuk mendapatkan persetujuan. Dengan pola penyusunan desain simultan, pekerjaan fisik senilai sekitar Rp 5,9 miliar ditargetkan dapat dimulai pada minggu ketiga Oktober.

"Itu sudah disepakati di lapangan. Itu akan segera dimulai nanti pertengahan Oktober karena sekarang kita sedang soil investigasi sampai akhir September. Lalu kita lakukan desain perencanaan antara KPC dan balai," jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud memberikan teguran keras kepada manajemen PT KPC saat meninjau ruas jalan tersebut pada Sabtu (6/9). Ia bahkan mengancam menghentikan operasi penambangan bila tidak ada langkah nyata perbaikan.

“Kalau dalam waktu dekat tidak ada tindak lanjut, kegiatan penambangan akan kami hentikan sampai jalan dibenahi,” kata Rudy seperti dikutip dari situs Pemprov Kaltim. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kaltim prima coal #bengalon #hujan deras #putus #sangatta #KPC #jalan #jalan nasional #longsor