SANGATTA – Upaya mendorong pembangunan infrastruktur berskala besar di Kutai Timur (Kutim) kembali menemukan titik terang. Anggota Komisi B DPRD Kutim, Yusri Yusuf, memastikan program yang terkait Teluk Lombok hampir dipastikan masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan mendapat respons positif dari Kementerian Pariwisata.
“Program itu sudah kami sampaikan di kementerian. Alhamdulillah disambut positif,” ujar Yusri.
Menurutnya, kepastian terakhir menunjukkan bahwa usulan dari Kutim sudah dipastikan masuk. Namun, ia tetap menekankan bahwa keputusan akhir berada di tangan kementerian apakah akan masuk prioritas atau masih melalui proses sortir.
“Insya Allah sudah masuk. Nanti kita lihat apakah masuk dalam prioritasnya kementerian atau bagaimana. Tapi info terakhir dipastikan sudah masuk. Tapi kan enggak tahu juga, apa nanti disortir lagi atau bagaimana, wallahualam,” ungkapnya.
Target program ini adalah mulai dikerjakan pada 2026. Namun, Yusri berharap keputusan resmi sudah keluar pada akhir 2025 agar percepatan pembangunan bisa segera terwujud.
“Kita berharap di akhir 2025 ini keluar, akhirnya bisa dilaksanakan pengerjaannya di 2026. Ya, info terakhir seperti itu,” tambahnya.
Yusri menegaskan, proses pengawalan program tidak main-main. Bahkan, dikawal langsung hingga ke level kementerian.
“Dikawal langsung dari Ibu Wamen, Ni Luh Puspa," imbuhnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya program berskala besar yang dibiayai APBN, agar beban APBD Kutim tidak terlalu berat.
“Program-program yang tidak membebani APBD kita berharap lebih banyak. Artinya pembangunan ini lebih banyak pembangunan yang APBN tanpa membebani APBD,” tutupnya.
Editor : Muhammad Ridhuan