Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pertanian Disiapkan Jadi Penopang Ekonomi Baru, DPRD Dorong Arah Pembangunan Kutim Lebih Berimbang

Jufriadi • Minggu, 5 Oktober 2025 | 16:23 WIB
Anggota DPRD Kutim, Akbar Tanjung.
Anggota DPRD Kutim, Akbar Tanjung.

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Ketergantungan Kutai Timur (Kutim) terhadap sektor tambang dan perkebunan dinilai tak bisa dibiarkan berlarut. Kutim dinilai membutuhkan penopang ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.

Salah satu sektor yang diyakini mampu menjadi fondasi masa depan adalah pertanian modern. Anggota DPRD Kutim yang juga Ketua Fraksi PKS, Akbar Tanjung, menegaskan pentingnya pertanian sebagai prioritas utama dalam pembangunan jangka panjang.

Ia menyebut, pertanian harus dikembangkan dengan pendekatan teknologi, inovasi, dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) agar mampu menciptakan ketahanan pangan dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Kalau komitmen pemerintah saya pikir sudah sangat jelas. Mereka siap menjalankan 50 program unggulan, sebagaimana tujuan Kutai Timur Hebat itu,” ungkap Akbar.

Menurutnya, 50 program unggulan yang telah disusun bupati dan wakil bupati Kutim merupakan kerangka besar pembangunan sejalan kebutuhan daerah.

Dalam kerangka tersebut, sektor pertanian memegang peran penting, karena bukan hanya menyangkut produksi pangan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Meski kontribusi pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutim masih sekitar 4 persen, Akbar optimistis peluang pengembangannya sangat terbuka lebar.

Ia menilai, dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan kebijakan yang tepat, sektor ini bisa tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama Kutim di masa depan.

Sinergi itu, kata dia, tidak hanya melibatkan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian, tetapi juga perguruan tinggi dan masyarakat luas. Akbar mencontohkan, Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutim yang telah berkontribusi dalam penyediaan tenaga profesional di bidang pertanian.

“STIPER juga sudah menyampaikan mereka siap support SDM-nya. Artinya tinggal kita maksimalkan kolaborasi agar pertanian ini bisa lebih maju,” tambahnya.

Selain itu, Akbar juga mendorong peran generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Pemuda di 18 kecamatan dan 141 desa di Kutim disebut bisa menjadi motor penggerak inovasi pertanian modern.

“Saya mengajak pemuda di 18 kecamatan, 141 desa, agar bersemangat berkolaborasi. Karena inilah momentum untuk kita wujudkan komitmen bersama dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai pentingnya evaluasi berkala terhadap capaian program pertanian. Evaluasi tersebut diperlukan agar pemerintah dapat mengidentifikasi kendala di lapangan dan mencari solusi agar target pembangunan benar-benar tercapai.

Akbar juga memastikan kebijakan daerah berjalan sesuai kepentingan masyarakat. “Kalau legislatif tidak boleh bikin program sendiri. Fungsi kita adalah pengawasan, legislasi, dan penganggaran. Jadi konsennya bagaimana memastikan aturan tidak menghambat perkembangan ekonomi dan sektor pertanian,” jelasnya.

Ia menambahkan, DPRD Kutim akan terus mengawal agar regulasi dan alokasi anggaran daerah benar-benar berpihak pada sektor pertanian. “Kami siap mendukung penuh program pemerintah. Inilah tugas kami untuk mengawal agar visi dan misi pembangunan bisa terwujud,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Ketergantungan #dprd kutim #pertanian #berkelanjutan #sektor tambang #kutai timur #ekonomi #kutim