SANGATTA – Antusiasme mahasiswa terhadap program Beasiswa Kutim Tuntas tahun ini melonjak tajam. Tercatat ada 10 ribu pendaftar yang mengajukan permohonan beasiswa tersebut ke Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Namun hingga awal November ini, proses masih berada pada tahap finalisasi data dan penyusunan Surat Keputusan (SK) penerima.
Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutim, Muhammad Samsudin, menjelaskan bahwa pihaknya baru saja menyelesaikan tahap masa sanggah, yakni periode di mana peserta bisa mengajukan keberatan terhadap hasil pengumuman sementara.
Baca Juga: Pemkab Kutim Bakal Bersurat ke Pemkot Bontang, Minta Hentikan Layanan Administrasi di Kampung Sidrap
“Setelah masa sanggah selesai minggu lalu, kami sekarang sedang merekap keseluruhan data. Nanti data final itu akan kami sampaikan ke Bagian Hukum untuk diproses menjadi SK Bupati,” jelas Samsudin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, (3/11).
Ia menambahkan, proses penerbitan SK tersebut menjadi syarat utama pencairan dana beasiswa. Pemkab katanya, berupaya mempercepat proses itu karena adanya batas waktu pengajuan pembayaran yang ditetapkan oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menjelang akhir tahun anggaran.
“Kami sedang berupaya untuk menyegarkan data yang sudah di finalkan,” tambahnya. Tahun ini, Pemkab Kutim mengalokasikan anggaran beasiswa sebesar Rp25 miliar, mencakup berbagai jenjang pendidikan. Dana tersebut diperuntukkan bagi pelajar SMA sederajat, mahasiswa diploma, sarjana (S1), magister (S2), hingga program kerja sama dengan perguruan tinggi.
Baca Juga: APBD Kutim 2026 Terjun Drastis: DPRD Minta Pemkab Gali Sumber Pendapatan Baru
Samsudin menyebut lonjakan pendaftar tahun ini cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau tahun lalu pendaftar hanya sekitar lima ribu, tahun ini mencapai sepuluh ribu orang,” ungkapnya.
Kenaikan itu terjadi seiring berakhirnya program Beasiswa Kaltim Tuntas di tingkat provinsi yang kini digantikan dengan program Gratispol. Namun, perbedaan sasaran kedua program tersebut membuat mahasiswa Kutim tetap banyak yang mendaftar ke beasiswa daerah.
“Gratispoll itu hanya untuk mahasiswa baru dan dananya langsung ke kampus. Sementara Kutim Tuntas menyasar mahasiswa aktif,” ujarnya.
Program beasiswa Kutim Tuntas sendiri menjadi salah satu prioritas sosial daerah yang terus mengalami peningkatan anggaran. Dari Rp9 miliar pada 2022, naik menjadi Rp19 miliar di 2024, dan kini mencapai Rp25 miliar pada 2025.
Meski ada proyeksi penurunan APBD Kutim tahun 2026, Samsudin mengakui program ini akan tetap berlanjut mengingat ini merupakan program prioritas pemerintah. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki