KALTIMPOST.ID-Warga di lingkungan SMK 2 Sangatta Utara digegerkan dengan penemuan jasad seorang pekerja bangunan di mess tukang sekolah tersebut, Senin (10/11) pagi.
Korban diketahui bernama Dan Taba (63), buruh harian lepas yang sehari-hari bekerja di sekitar lingkungan sekolah.
Informasi penemuan jenazah itu pertama kali diterima Polres Kutai Timur melalui layanan Call Center 110 sekitar pukul 10.05 Wita.
Laporan disampaikan langsung oleh Kepala SMK 2 Sangatta Utara Puji Astuti, setelah warga menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Saksi mendengar korban meminta tolong karena tidak memiliki keluarga di sini. Informasi itu sempat dibagikan melalui grup Facebook,” ungkap salah satu saksi.
Menurut keterangan warga, korban sempat meminta pertolongan pada Senin dini hari. Namun, saat diperiksa keesokan paginya sekitar pukul 06.00 Wita, korban sudah tidak bernapas. Temuan itu kemudian dilaporkan ke pihak sekolah dan diteruskan ke kepolisian.
Menerima laporan tersebut, personel Polres Kutim langsung bergerak menuju lokasi. Tim yang turun terdiri dari Sat Samapta Regu III, Unit Inafis, Piket Reskrim, Intelkam, dan Patmor.
Petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi.
Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto mengatakan dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Berdasarkan keterangan para saksi, korban sudah lama memiliki riwayat sakit asma dan tidak bekerja selama dua bulan terakhir,” terang Fauzan.
Polisi menduga korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Namun untuk memastikan penyebab pasti, jenazah dibawa ke RSUD Kudungga Sangatta untuk dilakukan visum et repertum.
Hingga Senin sore, pihak kepolisian masih berupaya menelusuri identitas lengkap korban. Sejumlah saksi menyebutkan dokumen pribadi milik korban telah dibawa oleh rekannya beberapa waktu lalu.
Sementara itu, pihak keluarga korban disebut berdomisili di Provinsi Sulawesi Selatan. Polres Kutim melalui Unit Reskrim kini masih melakukan pendalaman dan berkoordinasi untuk menghubungi keluarga korban. (rd)
JUFRIADI
Editor : Romdani.