Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tiga Desa di Karangan Kutim Terendam Banjir, Air Naik hingga Pinggang Orang Dewasa

Jufriadi • Minggu, 7 Desember 2025 | 18:49 WIB
Petugas BPBD dibantu relawan mengevakuasi warga Desa Karangan Dalam saat banjir merendam permukiman, Minggu (7/12).
Petugas BPBD dibantu relawan mengevakuasi warga Desa Karangan Dalam saat banjir merendam permukiman, Minggu (7/12).

SANGATTA – Banjir merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Karangan, Kutai Timur (Kutim), sejak Minggu (7/12) pagi. Sedikitnya tiga desa terdampak, yaitu Karangan Dalam, Karangan Ilir, dan Karangan Seberang.

Ketinggian air dilaporkan terus meningkat seiring intensitas hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutai Timur, Muhammad Naim, mengatakan kenaikan debit air berlangsung bertahap hingga mencapai paha hingga mendekati pinggang orang dewasa, khususnya di Desa Karangan Dalam.

Di Karangan Dalam, beberapa warga telah dievakuasi. Namun jumlah pasti korban terdampak maupun lokasi pengungsian masih menunggu laporan resmi dari pemerintah desa.

“Untuk Karangan Dalam itu air cenderung naik dan ada beberapa warga yang sudah dievakuasi,” kata Naim.

Sementara di Karangan Ilir, kondisi air terpantau stabil. Belum ada warga yang harus mengungsi. Untuk Karangan Seberang, BPBD masih menunggu informasi lanjutan dari perangkat desa.

Naim menyebut faktor utama banjir adalah hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir, ditambah kondisi sungai yang sedang pasang.

“Memang intensitas hujan dalam minggu ini cukup banyak dan sering dan itu juga yang menjadi salah satu faktor. Kemudian memang saat ini kondisi air sungai memang lagi pasang,” terangnya.

BPBD kata Naim, telah menyiagakan perahu di sejumlah desa dan menerapkan pola pemantauan 24 jam. Anggota BPBD juga ditugaskan memegang satu kecamatan untuk mempercepat koordinasi. Jika air terus naik, tim akan diturunkan ke lokasi dengan perlengkapan tambahan.

“1 x 24 jam kalau seandainya besok memang terus naik kemudian tidak ada tanda-tanda penurunan, insyaallah BPBD akan menuju lokasi serta membawa beberapa peralatan,” ujarnya.

BPBD juga mengingatkan warga, terutama anak-anak, agar tidak bermain di sekitar banjir mengingat wilayah Kutim dikenal sebagai habitat buaya. Naim berharap air segera surut dan situasi kembali normal.

“Mudah-mudahan air ini cepat surut, tidak naik tapi malah turun begitu,” tutupnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#banjir #BPBD Kutai Timur #habitat buaya #kecamatan karangan