Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Enam Kecamatan di Kutim Terendam Banjir, Sejumlah Titik Terpantau Pasang dan Surut

Jufriadi • Rabu, 10 Desember 2025 | 19:19 WIB

 

BERVARIASI: Enam kecamatan di Kutai Timur terendam banjir sejak Minggu (7/12), dengan kondisi yang bervariasi mulai dari surut hingga kembali naik di beberapa wilayah.
BERVARIASI: Enam kecamatan di Kutai Timur terendam banjir sejak Minggu (7/12), dengan kondisi yang bervariasi mulai dari surut hingga kembali naik di beberapa wilayah.
 

SANGATTA - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sejak Minggu (7/12). Hingga Rabu (10/12), sedikitnya enam kecamatan terdampak, yakni Karangan, Muara Wahau, Telen, Kongbeng, Batu Ampar, dan Bengalon.

Kondisi di tiap kecamatan bervariasi, sebagian telah surut sementara sebagian lainnya justru mengalami kenaikan debit air.

Kepala Badan Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutai Timur, Muhammad Naim, mengatakan Karangan yang sempat terendam cukup parah kini sudah kembali aman.

Muara Wahau juga berangsur surut, meski masih ada beberapa desa yang digenangi air. Sementara itu Kongbeng juga menunjukkan penurunan debit air. "Karangan alhamdulillah sudah aman, untuk Muara Wahau, saat ini masih beberapa genangan. Cuman dari jumlah desa yang terdampar sudah berkurang," ujarnya.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Telen yang mengalami kenaikan akibat pergeseran air dari Muara Wahau dan Kongbeng. Kenaikan juga terjadi di Batu Ampar dan Bengalon. Laporan terakhir yang diterima BPBD menyebut Bengalon mulai terendam pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 Wita.

Dalam laporannya, Naim menyebut beberapa desa masih berada dalam status terdampak.

Di Karangan, wilayah Karangan Seberang, Karangan Dalam, dan Karangan Hilir sempat tergenang sekitar 100 rumah dan 300 KK sempat diungsikan. Namun saat ini seluruhnya sudah surut.

Di Muara Wahau, banjir sempat melanda Desa Muara Wahau, Nehas Liah Bing, dan Jak Luay sudah surut.

Sementara desa seperti Long Wehea, Dabaq, Diaq Lai, dan Bea Nehas masih terendam meski debit air mulai menurun. "Sudah mengalami penurunan air, untuk data masih kita tunggu dari pihak desa," ujarnya.

Di Telen, banjir melanda Marang Kalok, Rantau Panjang, Loang Melah, Loang Segar, Kernyanyan, Long Noran, dan Muara Pantun.

Dari laporan sementara, ada 35 KK dan 27 rumah terdampak, sementara 5 KK atau 15 jiwa mengungsi. Ketinggian air di wilayah ini bervariasi antara 50 hingga 100 sentimeter. Warga di beberapa lokasi seperti Muara Wahau dan Kongbeng juga masih menggunakan perahu atau ketinting untuk beraktivitas.

Batu Ampar kata Naim ada dua desa terdampak, yakni Batu Timbau dan Batu Timbau Ulu. Kondisi terparah terjadi di Batu Timbau Ulu, namun data rinci masih menunggu laporan dari kecamatan.

"Data yang terdampak masih kita tunggu dari kecamatan. Untuk yang dievakuasi juga belum ada informasi," jelasnya. Situasi serupa juga terjadi di Bengalon yang mengalami kenaikan debit air pada Rabu sore.

Naim menyebut pihaknya telah mengerahkan tim ke sejumlah titik sejak awal banjir. Personel sudah ditempatkan di Muara Wahau, Kongbeng, dan Telen, dan dijadwalkan bergeser ke Batu Ampar sambil memonitor Bengalon.

Bantuan seperti sembako telah disalurkan ke tiga kecamatan terdampak. BPBD juga mengirim tiga perahu karet berkapasitas 10–13 orang berikut dua unit mesin. "Tambahan perahu juga dibawa pimpinan BPBD untuk mendukung distribusi bantuan ke desa-desa yang hanya bisa ditempuh melalui jalur sungai," tuturnya.

Terkait penyebab banjir, BPBD belum menyimpulkan faktor lain di luar cuaca ekstrem. Naim menyebut intensitas hujan berdasarkan prediksi BMKG meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, kondisi sungai yang sedang naik juga menjadi faktor yang memperbesar risiko banjir. Ia belum ingin mengaitkannya dengan kerusakan hutan karena BPBD masih mengandalkan data resmi dari pihak terkait.

"Kalau penggundulan hutan, kami belum bisa berasumsi. Memang prediksi intensitas hujan secara keseluruhan di Kutai Timur ada peningkatan," lanjutnya. Naim mengimbau warga Sangatta Selatan dan Sangatta Utara untuk tetap waspada, mengingat Sungai Sangatta menunjukkan kenaikan debit dalam beberapa hari terakhir.

Naim berharap kondisi cuaca membaik agar banjir di Wahau, Kongbeng, dan Telen segera surut sepenuhnya. “Kalau pun harus terjadi banjir, BPBD siap dengan sumber daya manusia maupun peralatan,” tutupnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#banjir #bengalon #BPBD Kutai Timur #Muara wahau #kutim