Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Gudang Bulog Bakal Dibangun di Kutim: Pemkab Siapkan Lahan 3 Hektare

Jufriadi • Jumat, 12 Desember 2025 | 12:28 WIB

 

Plt Asisten Pemkesra Kutim, Trisno (empat dari kiri) saat audiensi dengan manajemen Perum Bulog di Jakarta, Kamis (11/12/2025).   
Plt Asisten Pemkesra Kutim, Trisno (empat dari kiri) saat audiensi dengan manajemen Perum Bulog di Jakarta, Kamis (11/12/2025).  

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan kesiapan lahan pembangunan Gudang Perum Bulog. Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setkab Kutim, Trisno menyebut Pemkab Kutim telah menyiapkan lahan seluas 3 hektare di Jalan Soekarno-Hatta.

Lahan ini segera diserahkan kepada Perum Bulog melalui mekanisme hibah. “Lahan sudah kami siapkan. Lokasinya strategis, dekat pusat pemerintahan, rumah sakit, pelabuhan, hingga bandara. Infrastruktur dasar juga lengkap. Ini bagian dari komitmen kami memperkuat sistem pangan di Kutim,” ujar Trisno, Jumat (12/12).

Trisno menjelaskan, lahan tersebut dinilai strategis karena berada 5,6 kilometer dari pusat pemerintahan, Polres dan Kodim. Lokasinya juga sekitar 3 kilometer dari RSUD Kudungga, 8 kilometer dari pusat Kota Sangatta, 12 kilometer dari Pelabuhan Kenyamukan dan 7 kilometer dari Bandara Tanjung Bara.

Jaringan primer PDAM dan PLN sudah tersedia, sementara kontur tanahnya rata sehingga kebutuhan pematangan lahan sangat minim.

Menurut dia, pembangunan gudang Bulog menjadi langkah untuk memperbaiki rantai pasok pangan di Kutim, yang selama ini masih bergantung pada suplai luar daerah. Padahal, Kutim memiliki potensi besar di sektor pertanian.

Dengan luas wilayah 3,5 juta hektare dan alokasi 138.341 hektare dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk pertanian dan ketahanan pangan, Kutim disebutnya sangat mungkin berkembang menjadi sentra produksi.

Terlebih, saat ini pemerintah daerah tengah mendorong program cetak sawah 100 ribu hektare untuk periode 2025–2029.

“Potensi kita besar, tapi realisasi produksi masih kecil. Lahan pertanian produktif saat ini baru 2.613 hektare. Produksi beras kita sekitar 16.963 ton per tahun, sementara kebutuhan masyarakat mencapai 41.070 ton. Defisitnya 59 persen. Ini masalah serius,” tegas Trisno.

Karena itu, kata dia, kerja sama dengan Bulog bukan sekadar soal pembangunan gudang, melainkan penguatan sistem kemandirian pangan jangka panjang.

Kutim, lanjutnya, harus naik kelas: dari daerah penerima distribusi menjadi daerah yang mampu menyediakan pangan secara mandiri. Pemkab Kutim kata Trisno, telah melaksanakan audiensi dengan Perum Bulog berkenaan MoU pembangunan Gudang Bulog, Kamis (11/12).

Saat ini, Kutim telah masuk dalam daftar pembangunan 100 gudang Bulog se-Indonesia yang diprogramkan Presiden Prabowo mulai 2026. Di Kaltim, hanya dua daerah yang masuk dalam daftar tersebut, yakni Bontang dan Kutim.

Trisno menegaskan pembangunan gudang ini akan menjadi bagian dari upaya Kutim mengurangi ketergantungan pangan, sekaligus memperkuat posisi daerah dalam skema ketahanan pangan nasional.

“Kita tidak mau Kutim hanya jadi tempat distribusi. Kita ingin Kutim jadi daerah yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Gudang Bulog adalah langkah awalnya,” tutupnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#gudang bulog #lahan #pemkab kutim #trisno