SANGATTA — Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menilai akses melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bagi pelajar di Kutai Timur (Kutim) dan wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) semakin terbuka.
Hal tersebut terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat terhadap berbagai program yang mendorong anak-anak melanjutkan kuliah.
Menurut Hetifah, peluang melanjutkan pendidikan tidak hanya terbatas di daerah asal. Pelajar di Kutim dinilai memiliki kesempatan yang sama untuk kuliah di Samarinda, Pulau Jawa, bahkan hingga ke luar negeri, selama memiliki kesiapan dan kepercayaan diri.
"Dengan adanya program yang berusaha untuk meningkatkan akses anak yang ingin melanjutkan kuliah. Yang penting jika anak-anak ini dari sekarang sudah dimotivasi," ujar Hetifah disela kunjungannya di Kutim, Jumat (19/12).
Ia menekankan pentingnya motivasi sejak dini, khususnya bagi siswa kelas 11 dan 12, agar mulai mempersiapkan diri secara akademik dan mental. Persiapan tersebut mencakup pencarian informasi perguruan tinggi, penentuan pilihan studi, serta kesiapan menghadapi tes kemampuan akademik.
Hetifah juga menyinggung peran perguruan tinggi lokal yang dinilai perlu terus diperkuat kualitasnya. Menurutnya, pengembangan perguruan tinggi di daerah menjadi penting seiring keterbatasan jumlah perguruan tinggi negeri yang saat ini masih terkonsentrasi di Samarinda.
"Jadi untuk daerah-daerah yang banyak berperan adalah partisipasi masyarakat dalam bentuk perguruan tinggi swasta," lanjutnya. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi swasta (PTS) disebut memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi di daerah.
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kata Hetifah, diharapkan terus memberikan dukungan dan fasilitasi bagi penguatan PTS. Ia menambahkan, program pendidikan gratis maupun beasiswa dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Dukungan juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya dosen melalui studi lanjut jenjang S2 dan S3. "Supaya lebih banyak lagi doktor dan profesor di tiap-tiap perguruan tinggi," tutupnya.
Editor : Muhammad Ridhuan