Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

350 Atlet Kutim Ikuti Asesmen Awal Persiapan Porprov Kaltim 2026

Jufriadi • Sabtu, 20 Desember 2025 | 13:00 WIB
PERSIAPAN: 350 atlet dari berbagai cabang olahraga menjalani asesmen fisik dan psikologi yang dilaksanakan KONI Kutai Timur jelang Porprov VIII Kaltim 2026 di Paser.
PERSIAPAN: 350 atlet dari berbagai cabang olahraga menjalani asesmen fisik dan psikologi yang dilaksanakan KONI Kutai Timur jelang Porprov VIII Kaltim 2026 di Paser.

KALTIMPOST.ID, SANGATTA — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 di Paser.

Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar tes fisik dan tes psikologi bagi atlet.

Kegiatan tersebut diikuti 350 atlet dari berbagai cabang olahraga dan dilaksanakan di Kantor KONI Kutim, Kompleks Olahraga Kudungga, Sangatta Utara, Sabtu–Minggu (20–21/12).

Asesmen ini ditujukan untuk memetakan kondisi fisik dan mental atlet sebagai dasar pembinaan selanjutnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Rahman, mengatakan bahwa data atlet menjadi faktor penting dalam menentukan arah pembinaan menuju Porprov mendatang.

Menurutnya, secara secara teori dan kualifikasi, para atlet Kutim mampu bersaing dengan daerah lain.

Saat ini posisi Kutim berada di peringkat empat dengan selisih yang tidak terlalu jauh dari peringkat tiga.

“Karena itu, data atlet harus benar-benar valid agar pembinaan yang dilakukan tepat sasaran dan target minimal tiga besar bisa kita perjuangkan bersama,” ujarnya.

Disebutkannya, asesmen ini juga menjadi upaya KONI Kutim untuk memastikan program latihan yang disusun tidak bersifat umum, melainkan sesuai kebutuhan atlet. Untuk menjaga objektivitas, KONI Kutim melibatkan tim konsultan independen.

“Hasil asesmen ini akan menjadi dasar evaluasi dan pembinaan ke depan, sehingga target pemerintah daerah di bidang olahraga bisa tercapai,” tambahnya.

Tes fisik dan psikologi tersebut melibatkan tim dari Sport Education FKIP Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Ketua Tim Konsultan, Galih Priyambada, menekankan pentingnya persiapan yang terencana dalam olahraga prestasi.

“Semua harus dipersiapkan dengan kerja keras, disiplin latihan, dan kesiapan mental. Target tidak bisa dicapai dengan santai, tapi harus diupayakan bersama,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, atlet menjalani dua jenis tes, yakni tes psikologi dan tes fisik. Tes fisik meliputi sejumlah item dasar, seperti lari cepat 20 meter, agility shuttle run 4 x 5 meter, push-up, sit-up, body weight squat selama 60 detik, serta tes daya tahan.

“Tes ini bukan untuk menakuti atlet, tapi untuk mengetahui kondisi mereka secara menyeluruh, baik fisik maupun mental. Dengan begitu, program pembinaan bisa disusun lebih tepat,” ungkap Galih.

Sementara itu, psikolog pendamping, Na’ita Faulinna, menjelaskan tes psikologi dilakukan untuk membantu atlet memahami kondisi mentalnya.

“Tes psikologi ini bukan hafalan dan bukan untuk mencari kesalahan. Ini adalah gambaran diri atlet, agar mereka tahu apa yang perlu diperbaiki untuk mencapai performa puncak. Hasilnya bersifat rahasia dan digunakan untuk kepentingan pembinaan,” jelasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#Porprov Kaltim #KONI Kutim #tes psikologi #tes fisik atlet