Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Nelayan Jadi Korban Serangan Buaya di Sungai Bengalon Kutim

Jufriadi • Senin, 22 Desember 2025 | 13:11 WIB
SERANGAN BUAYA : Warga mengevakuasi jenazah nelayan korban serangan buaya di Sungai Bengalon, Kecamatan Bengalon, Kutim, Senin (22/12).
SERANGAN BUAYA : Warga mengevakuasi jenazah nelayan korban serangan buaya di Sungai Bengalon, Kecamatan Bengalon, Kutim, Senin (22/12).

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Seorang warga Bengalon ditemukan meninggal dunia di Sungai Bengalon, Kutai Timur (Kutim) Senin (22/12) pagi, sehari setelah dilaporkan hilang saat beraktivitas di sungai tersebut.

Korban bernama Beddu Bolong (45), warga Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon. Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 08.45 Wita, tidak jauh dari lokasi awal kejadian, lalu dievakuasi ke Puskesmas 110 Desa Tepian Baru sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolsek Bengalon AKP Asriadi mengatakan peristiwa bermula pada Minggu (21/12) sekitar pukul 18.00 Wita. Saat itu, korban bersama dua rekannya memasang jaring ikan di Sungai Bengalon RT 01.

Korban turun ke sungai untuk membentangkan jaring, sementara dua rekannya berada di atas pematang.

Tidak lama setelah korban masuk ke air, seekor buaya tiba-tiba muncul dan langsung menerkam korban, lalu menyeretnya ke dalam sungai.

Korban sempat meminta pertolongan, namun situasi panik dan kondisi sekitar membuat upaya penyelamatan tidak dapat dilakukan.

“Setelah kejadian, korban tidak lagi terlihat di permukaan air. Saksi kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada keluarga dan warga sekitar untuk dilakukan pencarian,” jelasnya.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti personel Polsek Bengalon dengan mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

Namun pencarian pada malam hari terkendala minimnya pencahayaan dan kondisi sungai.

Pencarian kemudian dilanjutkan keesokan paginya hingga korban berhasil ditemukan. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus konflik manusia dengan satwa liar di kawasan sungai Bengalon.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut dan mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai.

“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

Ia menegaskan, masyarakat perlu memahami bahwa sejumlah wilayah perairan di Kutai Timur masih menjadi habitat alami buaya.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas di sungai, terutama pada sore hingga malam hari, serta segera melapor kepada pihak kepolisian atau aparat desa apabila melihat tanda-tanda keberadaan satwa buas,” pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#bengalon #meninggal dunia #kutai timur #nelayan #serangan buaya