KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Aktivitas pengamanan jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kutai Timur (Kuitim) mulai ditingkatkan. Polres Kutim tidak hanya mengandalkan personel reguler, tetapi juga mengerahkan satuan khusus Brimob dan Unit Satwa (K9) untuk melakukan sterilisasi gereja dan pengamanan objek vital.
Langkah ini menjadi bagian dari Operasi Lilin Mahakam yang digelar selama momentum akhir tahun. Fokus utama pengamanan diarahkan ke gereja-gereja besar di wilayah Sangatta yang diperkirakan akan dipadati jemaat.
Sebanyak 16 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur diturunkan untuk memperkuat jajaran Polres Kutim. Mereka memiliki peran dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan berisiko tinggi, termasuk ancaman teror dan bahan peledak.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menyebut penguatan pengamanan ini sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Kami melakukan penebalan pengamanan untuk memastikan tidak ada celah bagi pihak-pihak yang berniat mengganggu situasi kamtibmas selama Natal dan Tahun Baru,” ujar AKBP Fauzan.
Menurutnya, Brimob yang dilibatkan dalam operasi ini merupakan personel dengan kemampuan khusus yang tidak dimiliki satuan lain, terutama dalam penanganan ancaman terorisme.
“Brimob dan Unit K9 memiliki kemampuan spesifik yang tidak dimiliki satuan lain, terutama dalam melakukan sterilisasi dan deteksi dini terhadap potensi ancaman,” tegasnya.
Sterilisasi lokasi ibadah menjadi tahapan krusial sebelum Misa Natal dimulai. Unit K9 akan menyisir seluruh area gereja, mulai dari ruang ibadah hingga titik-titik strategis di sekitar lokasi.
“Sterilisasi dilakukan sebelum jemaat datang. Setelah dinyatakan aman dan clear, barulah lokasi ibadah digunakan,” jelas Kapolres.
Sementara itu, personel Brimob disiagakan untuk patroli mobile dan pengamanan melekat bersama personel Polres Kutim selama rangkaian ibadah berlangsung. Kehadiran pasukan bersenjata lengkap ini juga diharapkan mampu memberikan efek pencegahan.
“Kami ingin umat Nasrani dapat beribadah dengan tenang, tanpa rasa khawatir, karena keamanan menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya,” ungkapnya.
Selain pengamanan di lapangan, Polres Kutim juga menjalin komunikasi dengan pengurus gereja serta tokoh masyarakat.
“Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis perayaan Natal 2025 di Kutai Timur dapat berlangsung aman, damai, dan penuh khidmat,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani