Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemkab Kutim Targetkan Listrik Batu Ampar Menyala Awal 2026, Tiang Jaringan Mulai Berdiri

Jufriadi • Kamis, 1 Januari 2026 | 13:26 WIB
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan layanan listrik di Kecamatan Batu Ampar mulai menyala pada awal 2026.

Pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut kini mulai berjalan, ditandai dengan berdirinya sejumlah tiang jaringan listrik di beberapa desa.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan progres pembangunan sudah mulai terlihat di lapangan. Menurutnya, program kelistrikan di Batu Ampar saat ini telah memasuki tahap pelaksanaan.

“Sekarang sudah mulai terlihat progresnya. Beberapa desa sudah berdiri tiang listrik, ini menandakan program kelistrikan mulai bergerak di lapangan,” ujarnya.

Pembangunan tiang jaringan listrik telah dilakukan di Desa Mawai Indah, Beno Harapan, Himba Lestari, dan Mugi Rahayu. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya penyediaan layanan listrik 24 jam bagi masyarakat Batu Ampar.

Program kelistrikan ini termasuk dalam 50 program unggulan bupati yang diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedalaman.

Meski progres fisik mulai terlihat, Pemkab Kutim masih terus berkoordinasi dengan PT PLN terkait cakupan desa yang akan dialiri listrik.

“Saya terus menagih komitmen PLN. Informasinya ada sekitar 15 desa yang akan dialiri listrik, tetapi kami pastikan tidak ada desa yang terlewat,” tegasnya.

Kondisi geografis Batu Ampar menjadi salah satu kendala dalam pembangunan jaringan listrik. Beberapa desa memiliki jarak yang cukup jauh dan akses yang terbatas.

“Contohnya di Tepian Langsat, jaraknya puluhan kilometer. Ini menjadi tantangan teknis, tetapi bukan penghalang untuk mewujudkan pemerataan listrik,” katanya.

Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, pembangunan jaringan listrik ditargetkan berlanjut hingga awal 2026. Ardiansyah menyebut masyarakat dapat mulai menikmati aliran listrik secara bertahap pada kuartal pertama 2026.

“Insyaallah sekitar Februari atau Maret 2026 listrik sudah menyala. Itu target yang terus kami dorong,” ucapnya.

Untuk wilayah yang belum memungkinkan tersambung jaringan utama, Pemkab Kutim bersama PLN menyiapkan opsi sementara berupa pembangkit listrik mandiri atau genset sambil menunggu pembangunan jaringan permanen. (*)

Editor : Duito Susanto
#ardiansyah sulaiman #kutai timur #program unggulan #kaltim #pemkab kutim #pln #batu ampar #Infrastruktur Listrik