Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jalan Sandaran Kutim Masih Rusak, Warga Terjebak Lumpur Saat Musim Hujan

Jufriadi • Rabu, 14 Januari 2026 | 19:04 WIB

 

Kondisi jalan di Kecamatan Sandaran, Kutai Timur, berlumpur dan sulit dilalui saat musim hujan. (ist)
Kondisi jalan di Kecamatan Sandaran, Kutai Timur, berlumpur dan sulit dilalui saat musim hujan. (ist)

SANGATTA – Kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Sandaran, Kutai Timur (Kutim), masih jauh dari memadai. Warga menilai wilayah yang berada di ujung timur Kutim itu belum mendapat perhatian pembangunan yang seimbang jika dibandingkan dengan ibu kota kabupaten, Sangatta

Warga Sandaran, Darwan, mengatakan sebagian besar akses jalan di wilayahnya masih rusak, termasuk jalur penghubung antar kecamatan. Salah satu akses utama dari Sangkulirang ke Sandaran, misalnya, masih melalui jalan perkebunan sawit dan jalan milik perusahaan, termasuk jalur menuju Batu Putih di kabupaten tetangga.

“Untuk antar desa juga kondisinya masih banyak yang rusak. Kebanyakan lewat jalan perusahaan, bukan jalan umum,” kata Darwan, Rabu (14/1). Ia menjelaskan, kondisi jalan antar desa juga tidak jauh berbeda. Banyak ruas jalan yang rusak dan belum menjadi jalan umum, sehingga warga harus bergantung pada akses milik perusahaan.

Baca Juga: Armada Terbatas, Bus Sekolah di Kutim Baru Layani Satu Jalur

Jarak antar kampung yang cukup jauh membuat mobilitas warga semakin sulit, terutama saat musim hujan. “Kalau hujan, jalanan berlumpur dan sulit dilalui. Kendaraan sering terjebak, aktivitas warga jadi terhambat,” ujarnya.

Dalam lingkup kecamatan, akses dari Desa Manubar ke Desa Manubar Dalam sepanjang sekitar delapan kilometer saat ini baru sebagian dilakukan penyemenan. Sementara dari Manubar Dalam menuju Desa Tadoan dengan jarak sekitar 16 kilometer masih bergantung pada jalan perusahaan PT Hanurata.

“Manubar Dalam ke Rimba Hijau jaraknya sekitar 10 kilometer, hampir semua rusak, baik saat musim hujan maupun musim kering,” ujarnya. Selain itu, terdapat jalur potong dari Rimba Hijau ke Tadoan sepanjang kurang lebih delapan kilometer yang juga rusak dan masih terhubung ke jalan perusahaan.

"Kami berharap pemerintah daerah memberi perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur dasar di Sandaran agar tidak terus tertinggal," tutupnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#kutai timur #jalan rusak