Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dua Festival Budaya Kutim Masuk Calendar of Event Kaltim 2026

Jufriadi • Senin, 19 Januari 2026 | 19:10 WIB
TRADISI: Tarian Hudoq menjadi salah satu atraksi utama dalam rangkaian Festival Lom Plai di Kecamatan Muara Wahau April lalu.
TRADISI: Tarian Hudoq menjadi salah satu atraksi utama dalam rangkaian Festival Lom Plai di Kecamatan Muara Wahau April lalu.

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Dua agenda budaya asal Kabupaten Kutai Timur resmi masuk dalam Launching 20 Event Unggulan Calendar of Event (COE) Kalimantan Timur 2026. Kedua event tersebut adalah Festival Adat dan Budaya Lom Plai serta Festival Sekerat Nusantara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur, Akhmad Rifanie, mengatakan penetapan itu dilakukan dalam agenda launching COE Kaltim yang digelar pemerintah provinsi.

“Saat launching 20 unggulan Kaltim itu, yang masuk adalah Sekerat dan Lom Plai. Itu yang ada anggarannya,” kata Rifanie.

Ia menjelaskan, sebelumnya Pemprov Kaltim meminta kabupaten dan kota menyampaikan daftar event yang rutin digelar. Dari sejumlah agenda yang ada di Kutim, dua festival tersebut dinilai paling siap untuk dimasukkan dalam kalender 2026, terutama dari sisi kepastian anggaran dan konsistensi pelaksanaan setiap tahun.

"Memang sudah berjalan lama. Lom Plai sudah beberapa kali digelar, begitupun Sekerat," lanjutnya.

Menurut Rifanie, kedua event tersebut juga merupakan kegiatan budaya yang telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Festival Lom Plai dikenal sebagai pesta adat masyarakat Wehea di Desa Nehas Liah Bing, yang sarat dengan nilai kearifan lokal dan ritual budaya.

Sementara itu, Festival Sekerat Nusantara merupakan agenda budaya tahunan yang digelar di Pantai Sekerat, Kecamatan Bengalon. Festival ini menampilkan beragam seni, tradisi, serta kuliner khas masyarakat Kutai Pesisir dan budaya Nusantara, dengan rangkaian acara seperti Ritual Adat Belian dan prosesi Mengolor Perahu Naga.

Rifanie mengungkapkan, Kutim sebenarnya masih memiliki sejumlah event budaya lain yang berpotensi dikembangkan. Namun, belum semuanya dapat diusulkan karena keterbatasan kepastian anggaran.

“Ada event-event yang mau kami usulkan tapi anggarannya belum ada. Jadi kami tidak berani,” ujarnya.

Dispar Kutim, lanjut Rifanie, telah memetakan berbagai event berdasarkan skala kabupaten, provinsi, hingga nasional. Salah satunya adalah Festival Lom Plai yang kembali diusulkan untuk masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata RI.

“Karisma Event Nusantara itu skala nasional. Artinya Kementerian Pariwisata bantu Follow Up, promosi dan publikasi. Kami harapannya seperti itu,” pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#budaya nusantara #kutai timur #kaltim