SANGATTA – Warga Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), mengeluhkan aktivitas kendaraan berat milik sebuah perusahaan yang melintas di jalan desa selama empat bulan terakhir.
Selain menimbulkan debu tebal, lalu lalang ratusan truk itu juga memicu kecelakaan yang melukai salah seorang warga. Sumber warga yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, truk pengangkut batu koral bahan baku semen itu awalnya melewati jalur khusus di belakang permukiman. Namun, akibat persoalan lahan, perusahaan mengalihkan rute ke jalan desa.
"Ada lahan warga yang tidak dibebaskan oleh perusahaan, cuma disewa. Tapi ada satu orang yang bermasalah untuk sekalian dibebaskan tapi perusahaan tidak sanggup," ujarnya, Minggu (1/2).
Menurutnya, pengalihan jalur itu dilakukan tanpa koordinasi dengan warga. Kondisi semakin memprihatinkan setelah terjadi kecelakaan pada Selasa (27/1) yang melibatkan warga dengan salah satu kendaraan perusahaan. "Akibatknya, korban mengalami luka di bagian pelipis," jelasnya.
Setiap hari, diperkirakan ada sekitar 200 truk pengangkut batu koral yang melintas di jalan desa itu. Belum termasuk kendaraan lain yang membawa bahan baku dan semen.
"Belum lagi kendaraan angkutan semennya, pengangkut bahan baku dan semen curahnya. Luar biasa sebenarnya," tuturnya.
Dampak terbesar yang dirasakan warga adalah debu yang beterbangan dan mengganggu aktivitas harian. Selain meminta perhatian perusahaan, warga mendesak agar jalur kendaraan berat tersebut dikembalikan ke rute sebelumnya.
"Sudah empat bulan berlalu. Kenapa baru ada kejadian (kecelakaan) baru mau diurus. Karena sudah ada kejadian, kami minta itu dialihkan ke belakang (jalur sebelumnya)," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki