Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Usulan Musrenbang Sangatta Selatan Berulang, Infrastruktur Dasar Masih Mandek

Jufriadi • Selasa, 10 Februari 2026 | 14:31 WIB
Camat Sangatta Selatan Dewi
Camat Sangatta Selatan Dewi

KALTIMPOST.ID, SANGATTA — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur (Kutim) kembali menampilkan pola yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Usulan infrastruktur dasar dari desa dan dusun masih mendominasi, namun sebagian besar belum juga terwujud meski terus masuk daftar prioritas.

Camat Sangatta Selatan, Dewi, menyebut sejumlah kebutuhan dasar seperti peningkatan jalan penghubung, drainase, air bersih, dan listrik sudah berulang kali diajukan. Namun, realisasi di lapangan tetap jauh dari harapan.

“Setiap musrenbang selalu jadi prioritas, tapi sampai hari ini belum terealisasi,” ujarnya.

Di beberapa dusun, termasuk Sungai Tabuan, Sangkima, dan Teluk Lombok, warga masih menunggu jaringan listrik yang merata. Kondisi ini membuat sejumlah wilayah di Sangatta Selatan tetap tertinggal meski secara zonasi masuk kawasan perkotaan.

Persoalan banjir juga kembali menjadi perhatian. Kawasan seperti Kampung Kajang, Kampung Tengah, Masabang, hingga Kilometer 1 masih dilanda genangan karena drainase tidak terhubung dengan baik.

“Akses jalan kita itu kan belum ada drainase permanen yang memang terhubung langsung ke badan penerima. Air buangan itu justru mengalirnya ke daerah pemukiman yang di bawah gunung,” sebutnya.

Dewi menambahkan, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah belum mampu menuntaskan usulan-usulan prioritas tersebut. Karena itu, warga diminta bersiap beradaptasi, termasuk di wilayah rawan banjir.

"Yang bisa kita lakukan ya bagaimana mensosialisasikan agar bangunan-bangunan ini bisa beradaptasi dengan banjir,” terangnya.

Ia juga menyoroti pembangunan badan jalan baru yang dinilai belum menyentuh kebutuhan warga. Jalan penghubung antar desa yang seharusnya menjadi prioritas justru belum tersentuh.

“Pembangunan badan jalan baru itu tidak bertuan. Tidak ada masyarakat di posisi jalan-jalan baru itu,” ucapnya.

Menurut Dewi, kondisi ini berdampak langsung pada ekonomi hingga layanan dasar seperti pendidikan. Banyak anak desa kesulitan melanjutkan sekolah karena akses jalan buruk dan jarak jauh ke pusat kota.

Ia berharap pemerintah daerah mulai mengubah prioritas pembangunan, agar usulan yang terus muncul di Musrenbang akhirnya bisa diwujudkan.

“Bentuk pembiayaannya seperti apa silakan, yang penting usulan prioritas ini benar-benar terealisasi,” pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#Persoalan banjir #air bersih #jaringan listrik #drainase #Infrastruktur Dasar #kutai timur #musrenbang #peningkatan jalan #Sangatta Selatan #Layanan Dasar