KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Dinas Kesehatan Kutai Timur memastikan rencana pembangunan ulang Puskesmas Sangatta Utara kembali diproses. Fasilitas kesehatan yang berada di pusat ibu kota kabupaten itu dinilai sudah tidak lagi representatif.
Kondisi bangunan yang telah berusia tua membuat standar pelayanan kesehatan sulit dipenuhi. Terlebih, puskesmas di pusat kota menjadi sorotan utama dalam setiap pemeriksaan akreditasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, menyebut fasilitas yang ada saat ini belum memenuhi standar layanan terbaru.
Baca Juga: Panduan Ramadan Upgrade, Rahasia Tampil Maksimal dan Bercahaya di Hari Raya
Ia menjelaskan, pemeriksaan akreditasi rutin dilakukan oleh Kementerian Kesehatan maupun Dinas Kesehatan Provinsi. Karena itu, fasilitas di pusat kota menjadi perhatian pertama dalam penilaian.
Menurut Yuwana, sebagian besar puskesmas di Kutai Timur telah dibangun ulang atau direnovasi. Namun, Puskesmas Sangatta Utara belum tersentuh pembenahan sejak lama.
Padahal, rencana pembangunan ulang sudah muncul sejak 2013. Hanya saja, saat itu belum dapat direalisasikan.
Saat ini, tahapan perencanaan teknis masih berlangsung, termasuk penghitungan nilai proyek. Dinas Kesehatan menyatakan besaran anggaran akan diumumkan setelah dokumen perencanaan rampung.
Baca Juga: Laba Pegadaian 2025 Tembus Rp8,34 Triliun, Kelola Ekosistem Emas 136 Ton
Yuwana menegaskan proyek tersebut akan dilelang sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain kesiapan teknis, status lahan juga dipastikan tidak lagi bermasalah. Lahan seluas 10 hektare itu disebut telah menjadi milik Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berdasarkan kesepakatan pada 2004.
Gugatan dari pihak yang mengaku sebagai ahli waris pada 2015 melalui Pengadilan Negeri Sangatta dinyatakan tidak dapat diterima. Putusan serupa juga dikeluarkan di tingkat Pengadilan Tinggi.
Dengan kepastian tersebut, Dinas Kesehatan melanjutkan penyusunan perencanaan pembangunan ulang. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas kesehatan yang lebih layak sebagai puskesmas di ibu kota kabupaten. (*)
Editor : Ery Supriyadi