SANGATTA - Dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kutai Timur (Kutim) melakukan penyesuaian pola distribusi selama Ramadan.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) APT Pranoto, Sangatta Utara menjadi salah satu unit yang menerapkan perubahan tersebut dengan menata ulang jadwal pembagian dan jenis menu.
Kepala SPPG APT Pranoto, APT Pranoto, Dinand Ananda Perdana di periode libur sekolah hingga Senin, (23/2), pihaknya mengarahkan distribusi kepada balita, ibu hamil, dan Posyandu. Penyaluran diarahkan lebih dulu ke Posyandu Anggrek di Gang Volvo.
Selama Ramadan, dapur MBG ini beralih ke penyediaan menu kering dengan ketahanan 4–6 jam. Seluruh menu diproduksi di dapur internal tanpa bahan siap saji pabrikan. Bentuk menu tersebut disesuaikan agar sesuai dengan jadwal distribusi yang digeser lebih siang.
Baca Juga: 82 Desa di Kutim Belum Terima ADD Tahap Empat, Pemkab Kaji Dua Skema Pembayaran
“Contohnya seperti roti, puding, dan risol yang kami buat sendiri dari dapur. Kami usahakan tidak menggunakan sosis siap saji atau produk instan lainnya. Jadi tetap dimasak sendiri, tapi dalam bentuk menu kering yang lebih tahan lama,” jelasnya.
Setelah kegiatan belajar kembali berlangsung kata Dinand, pembagian makanan untuk sekolah diatur pada rentang pukul 11.00–12.00. Penggeseran jadwal dilakukan untuk menghindari pembagian pada pagi hari yang berpotensi mengganggu siswa yang sedang berpuasa.
“Kami khawatir kalau dibagikan terlalu pagi justru menggoda anak-anak yang sedang belajar puasa,” katanya.
SPPG APT Pranoto saat ini melayani enam sekolah dan satu Posyandu, yaitu SD Star Generation, TK Star Kids, SDN 014 Mujur Jaya, SMK Negeri 1 Sangatta Utara, SMA Negeri 1 Sangatta Selatan, SMP Negeri 5 Sangatta Utara, serta satu posyandu layanan.
Baca Juga: Wabup Kutim Sentil Perusahaan Tambang: Jangan Cuma KPC yang Setor PPM, 38 Perusahaan Lain Mana?
Lebih lanjut, Dinand menyebut penyesuaian distribusi juga dibarengi pemeriksaan keamanan pangan. Pendataan alergi dilakukan sebelum penyaluran, merespons kasus keracunan makanan di Penajam Paser Utara. Data dikumpulkan melalui formulir daring maupun lembar kertas, dan dapur menyiapkan menu khusus bagi penerima dengan alergi tertentu.
“Kami tidak mengejar jumlah penerima manfaat semata, tapi memastikan anak-anak ini aman dan orang tua juga tahu apa yang dikonsumsi. Kami ingin mencegah sebelum terjadi masalah,” tegasnya.
Dinand menuturkan tidak ada arahan terbaru mengenai perubahan skema MBG menjadi bantuan uang tunai sebagaimana wacana yang berkembang. Dapur MBG Kutim tetap menjalankan mekanisme penyediaan makanan langsung sembari menyesuaikan teknis distribusi untuk kebutuhan Ramadan.
“Kalau ada kebijakan baru, kami sebagai pelaksana siap mengikuti, tapi sampai sekarang belum ada,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki