KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Kemacetan kembali mewarnai kawasan Pasar Ramadan di depan Kantor Camat Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim).
Setiap sore menjelang berbuka, arus kendaraan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman tersendat akibat padatnya pengunjung yang membeli takjil.
Tak jarang pengguna jalan mengeluh soal pemilihan lokasi pasar karena dinilai rawan menyebabkan penumpukan kendaraan.
Namun, Camat Sangatta Utara Hasdiah Dohi menanggapi keluhan tersebut dengan memastikan bahwa kegiatan tetap berlangsung mengingat kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda rutin.
Hasdiah menjelaskan bahwa Pasar Ramadan hanya berlangsung pada pukul 15.00–19.00 Wita. Kegiatan ini, katanya, dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM memasarkan produk mereka.
“Ini hanya momen tertentu. Kalau hari biasa tentu tidak diperbolehkan ada yang berjualan di atas trotoar maupun parit,” tegasnya.
Hasdiah mengakui potensi kepadatan lalu lintas memang tidak dapat dihindari. Namun, ia menyebut pengendalian telah diatur melalui koordinasi lintas sektor.
Kecamatan menggandeng KNPI Kutim sebagai pelaksana kegiatan dan melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Satlantas untuk memastikan arus tetap lancar.
“Setiap kegiatan pasti ada kemacetan. Di mana-mana begitu. Tapi di sini ada pengaturan dan tidak berlangsung seharian,” katanya.
Hasdiah menyebut pihaknya pernah mencoba melaksanakan kegiatan seprtin ini ke area lain. Namun, masyarakat tetap membeli takjil yang ada di pinggir jalan.
“Dulu pernah kami laksanakan di lokasi lain, tapi pengunjung malah mencari yang di pinggir jalan,” sebutnya.
Karena itu, lokasi di depan kantor camat tetap dipilih agar mudah diakses warga dan mampu mendukung aktivitas UMKM selama Ramadan.
Dengan pertimbangan akses dan perputaran ekonomi UMKM, lokasi lama dipilih kembali meski menimbulkan pro dan kontra. Hasdiah menekankan bahwa kegiatan ini hanya berlangsung selama Ramadan dan akan dihentikan setelahnya.
“Ini hanya event Ramadan. Setelah itu tidak ada lagi,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto