Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Gubernur Rudy Mas’ud Temukan Banyak Jalan Rusak di Kutim, Minta Laporan Lengkap untuk Dibawa ke Pusat

Jufriadi • Rabu, 25 Februari 2026 | 19:08 WIB

HAMPIR PUTUS: Kondisi salah satu titik longsor di ruas Sangatta–Simpang Perdau yang membuat badan jalan hampir putus.
HAMPIR PUTUS: Kondisi salah satu titik longsor di ruas Sangatta–Simpang Perdau yang membuat badan jalan hampir putus.
 

SANGATTA - Kondisi sejumlah jalan pesisir di Kutai Timur (Kutim) kembali menjadi sorotan setelah Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, melakukan perjalanan darat tanpa sopir pribadi dalam rangkaian safari Ramadan dan peresmian Jembatan Sei Nibung, Selasa (24/2).

Perjalanan melalui jalur Anggana, Muara Badak dan Marangkayu hingga Bontang Lestari kemudian diteruskan ke ruas Bontang–Sangatta dan Sangatta–Kaubun, memperlihatkan banyak kerusakan yang dinilai perlu segera ditangani.

Dalam peninjauan tersebut, Rudy menemukan titik-titik longsor aktif di ruas jalan Sangatta-Simpang Perdau yang merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan wilayah pesisir Kutim ke Kabupaten Berau hingga ke perbatasan Kalimantan Utara. Kondisi tersebut disebutnya berpotensi memutus akses transportasi jika tidak segera ditangani.

“Biro Adbang segera data dan dokumentasikan seluruh titik rawan. Laporkan ke BBPJN agar cepat ditangani,” ujarnya di Sangatta. Ia meminta seluruh temuan kerusakan dicatat secara rinci agar dapat disampaikan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Rudy menilai jalur pesisir memiliki peran strategis bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Karena itu, penanganan harus dilakukan cepat untuk menghindari dampak sosial maupun ekonomi.

“Jalan ini harus dimonitor ketat. Beberapa titik kondisinya hampir putus,” katanya.

Ia menyampaikan rencana untuk melaporkan langsung kondisi tersebut kepada Menteri Pekerjaan Umum dalam kunjungan ke Kaltim yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Saat ditanya terkait rencana pembangunan Tol Samarinda Bontang, Rudy tidak memberikan kepastian. Ia menyebut situasi keuangan menjadi pertimbangan utama. “Sabar, anggaran kita tinggal Rp14 triliun. Kami tidak hanya mengandalkan infrastruktur, tapi bagaimana membangun sumber daya manusia juga,” tutupnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#balai besar pelaksanaan jalan nasional #Muara Badak #tol samarinda bontang #safari ramadan #Jembatan Sei Nibung #Rudy Mas ud #Jalan Pesisir #kutai timur #longsor