KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) meminta satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk lebih cermat melakukan validitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Pasalnya, data yang tidak akurat di Dapodik dapat berpengaruh pada alokasi bantuan yang dikucurkan. Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non-Formal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto menjelaskan, proses penentuan penerima bantuan revitalisasi bukan kewenangan daerah.
Informasi awal mengenai sekolah yang berpotensi menerima bantuan dikirim pemerintah pusat melalui aplikasi Data Sahabat dan diverifikasi ulang di lapangan. “Daerah tidak menentukan secara sepihak. Data dari pusat, kami hanya memastikan kesesuaiannya dengan kondisi riil sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari hasil verifikasi terbaru, terdapat 20 satuan PAUD yang dinyatakan memenuhi syarat sebagai calon penerima bantuan fisik. Seluruh penetapan mengacu pada data yang sekolah masukkan ke dalam Dapodik.
Selain persoalan data pokok, sekolah juga diminta lebih tertib dalam penyampaian laporan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Masih ditemukan laporan yang masuk melewati batas waktu, yang menurut Disdikbud dapat memengaruhi besaran anggaran tahun berikutnya.
“Jika ada dana yang tidak terlaporkan, maka alokasi tahun depan bisa langsung dikurangi sebesar nilai yang belum dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Disdikbud mendorong pemanfaatan sistem Coretax untuk memperbaiki kualitas pelaporan keuangan. Sistem ini membantu proses pembuatan kode billing deposit hingga pelaporan SPT unifikasi secara digital, sehingga dapat menekan potensi temuan audit.
Di luar isu administrasi sekolah, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan besar terkait Anak Tidak Sekolah (ATS). Di wilayah Kutai Timur, jumlah ATS tercatat 10.197 anak. Targetnya, angka tersebut turun drastis hingga sekitar 2.000 anak pada Desember 2026.
Disdikbud mengajak orang tua memastikan anak usia 5-6 tahun segera masuk PAUD sebagai bagian dari upaya pemenuhan pendidikan dasar. “Kalau ada anak usia sekolah yang belum masuk PAUD, segera ajak dan daftarkan. Ini tanggung jawab bersama,” ucap Heri. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo