KALTIMPOST.ID-Pemkab Kutai Timur (Kutim) terus menggenjot percepatan pengoperasian Pelabuhan di KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan.
Dorongan itu muncul karena banyak komoditas unggulan Kutim yang sudah menembus pasar luar negeri. Namun pencatatannya masih dilakukan dari daerah lain. Sehingga tidak masuk statistik ekspor Kutim.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menilai kondisi tersebut menyebabkan potensi besar daerah belum tercermin pada pendapatan asli daerah (PAD).
Ia menegaskan, optimalisasi KEK Maloy bukan sekadar target pembangunan, melainkan keperluan mendesak untuk memastikan Kutim mendapatkan nilai tambah dari aktivitas ekspornya.
“Kalau pelabuhan ini aktif sepenuhnya, lahan tersebut tidak lagi menjadi aset pasif, tetapi menghasilkan pemasukan nyata bagi daerah,” ujar Mahyunadi.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam peninjauan lapangan ke pelabuhan beberapa waktu lalu.
Kedua pihak sepakat mendorong percepatan dukungan dari Kementerian Perhubungan agar pelabuhan bisa segera beroperasi maksimal.
Pemkab Kutim juga telah menyiapkan lahan seluas 500,9 hektare sebagai bagian dari kesiapan kawasan.
Selama pelabuhan belum difungsikan, komoditas ekspor Kutim masih harus dikirim melalui Pelabuhan Semayang Balikpapan.
Dampaknya, seluruh aktivitas ekspor tercatat sebagai bagian dari daerah lain, bukan Kutim.
Salah satu komoditas yang menonjol adalah pisang, dengan produksi lebih dari 1.600 ton per tahun untuk pasar ekspor.
“Selama ini ekspor kita tercatat keluar dari daerah lain. Artinya, nilai tambahnya tidak sepenuhnya kita rasakan. Kalau Pelabuhan Maloy beroperasi, seluruh komoditas bisa langsung tercatat sebagai ekspor Kutim,” tegasnya.
Mahyunadi menilai ketergantungan pada pelabuhan luar daerah membuat rantai distribusi lebih panjang dan biaya logistik kurang efisien.
Dengan berfungsinya pelabuhan di KEK MBTK, distribusi dinilai akan lebih singkat dan kompetitif, sekaligus membuka peluang investasi industri turunan.
Ia meyakini bahwa pengoperasian pelabuhan akan menggerakkan ekonomi kawasan pesisir Kaliorang.
Aktivitas barang dan jasa diperkirakan meningkat ketika kawasan tersebut menjadi pintu ekspor langsung.
“Itu bukan sekadar proyek fisik, tetapi strategi memperkuat ketahanan fiskal daerah. Kita ingin KEK Maloy benar-benar hidup dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” katanya. (rd)
JUFRIADI
Editor : Romdani.