PDAM Kutim Baru Jangkau 34 Persen Wilayah, Tapi Layanan Sudah 80 Persen, Ini Penjelasan Pemkab

Jufriadi • Dipublikasikan Rabu, 1 April 2026 | 13:26 WIB
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim-Noviari Noor
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim-Noviari Noor

KALTIMPOST.ID, SANGATTA–Layanan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kutai Timur (Kutim) belum merata secara wilayah. Secara administratif, cakupannya baru mencapai 34,04 persen.

Angka tersebut dihitung berdasarkan luas wilayah yang telah terjangkau jaringan PDAM. Sementara jika dilihat dari sisi teknis, distribusi air bersih justru telah melampaui target, yakni di atas 80 persen.

Baca Juga: Akhir Masa Jabatan, Rusdiansyah Aras Tekankan Soliditas KONI Kaltim demi Jaga Prestasi

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, mengatakan perbedaan itu muncul dari metode pengukuran yang digunakan.

Menurutnya, cakupan administratif mengacu pada luas wilayah yang terlayani jaringan, sedangkan cakupan teknis melihat efektivitas pelayanan di wilayah yang sudah terjangkau.

“Angka itu memang masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan luas wilayah Kutai Timur yang cukup besar,” ujar Noviari.

Ia menyebut kondisi geografis Kutim menjadi salah satu kendala utama dalam pemerataan layanan air bersih.

Baca Juga: Bocah 10 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Kutai Timur, Disambar saat Berada di Tepian Sungai

Di sisi lain, capaian teknis dinilai cukup menggembirakan. Hal itu menunjukkan distribusi air bersih di wilayah yang telah memiliki jaringan berjalan optimal. “Kalau secara teknis, cakupan layanan kita sudah mencapai 82 persen, bahkan sudah melampaui target yang ditetapkan,” jelasnya.

Pemerintah daerah, lanjut dia, tetap berupaya meningkatkan cakupan administratif agar layanan air bersih dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

Baca Juga: Labkesda Bontang Tetap Beroperasi Selama Pembangunan Gedung Baru

Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan jaringan baru serta peningkatan kapasitas instalasi yang sudah ada.

“Secara teknis kita sudah di atas 80 persen, artinya pelayanan di wilayah yang terjangkau sudah cukup baik. Tinggal bagaimana kita memperluas jangkauan ke wilayah lain,” tegasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
air bersih administrasi pelayanan kutim