Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Beruang Madu Kerap Masuk Permukiman Warga di Telen Kutim, BKSDA Kaltim Turunkan Tim Penanganan

Jufriadi • Minggu, 5 April 2026 | 13:45 WIB
MASUK PERMUKIMAN: Beruang madu muncul di permukiman Desa Marah Haloq, Telen, Kutai Timur, dan membuat warga cemas. (IST)
MASUK PERMUKIMAN: Beruang madu muncul di permukiman Desa Marah Haloq, Telen, Kutai Timur, dan membuat warga cemas. (IST)

KALTIMPOST.ID, SANGATTA–Aktivitas satwa dilindungi jenis beruang madu di Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, semakin intens dan mulai mendekati permukiman warga. Kondisi itu memicu kekhawatiran, terutama karena kemunculannya kini hampir terjadi setiap hari.

Pergerakan beruang dilaporkan berpindah-pindah dari satu wilayah ke wilayah lain. Dalam beberapa hari terakhir, satwa tersebut terlihat di RT 5, kemudian bergeser ke RT 4, hingga kini muncul di sekitar RT 1.

Baca Juga: Lawan Madura United, Peralta; Sembilan Laga Tersisa Adalah Final!!! 

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur Ari Wibawanto mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim ke lapangan sejak Jumat (3/4). Namun, hingga kini, satwa tersebut belum berhasil ditemukan.

"Tim sudah ke lokasi sejak Jumat kemarin. Tapi sampai saat ini beruangnya berlum ketemu," ujarnya, Minggu (5/4).

Kepala Desa Marah Haloq Gusti Mandala mengungkapkan, kemunculan beruang sebenarnya sudah terpantau sejak menjelang Ramadan 2026, tepatnya di sekitar Sungai Liu. Saat itu, hanya satu ekor beruang berukuran kecil yang terlihat.

Baca Juga: Lawan Madura United, Peralta; Sembilan Laga Tersisa Adalah Final!!! 

“Awalnya satu ekor kecil saja, tapi sekarang kemungkinan sudah sama mamanya (induknya). Yang besar itu bisa sampai 60–70 kilo,” katanya.

Setelah sempat tidak terlihat selama dua hingga tiga minggu, beruang tersebut kembali muncul usai Lebaran. Bahkan, intensitas kemunculannya kini justru meningkat dan semakin mendekati rumah warga.

Upaya pengusiran sempat dilakukan warga secara mandiri. Namun cara tersebut hanya memberikan efek sementara sebelum beruang kembali lagi ke area permukiman.

Baca Juga: Tak Silau Statistik, Lefundes Minta Pesut Etam Tetap Waspada

“Kita sempat usir pakai cara biasa, sempat hilang dua sampai tiga minggu. Habis Lebaran ini muncul lagi, malah beberapa hari ini hampir tiap hari kelihatan,” paparnya.

Melihat situasi yang kian berisiko, pemerintah desa memilih tidak mengambil langkah sendiri. Koordinasi dilakukan dengan aparat kepolisian dan instansi terkait untuk penanganan yang lebih aman. (*)

Editor : Dwi Restu A
#permukiman #BKSDA Kaltim #beruang madu