SANGATTA - RSUD Muara Bengkal kini telah mengoperasikan ruang bedah, sehingga layanan operasi untuk masyarakat di wilayah pedalaman Kutai Timur (Kutim) bisa dilakukan lebih dekat.
Selama ini, pasien dari Muara Bengkal dan sekitarnya harus dirujuk ke Sangatta hingga Samarinda untuk menjalani tindakan operasi. Kondisi tersebut memerlukan waktu tempuh cukup lama serta biaya tambahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan layanan bedah tersebut didukung tenaga medis spesialis yang kini telah tersedia di rumah sakit tersebut.
“RSUD Muara Bengkal kini sudah memiliki tujuh dokter spesialis, meliputi penyakit dalam, anak, bedah, kandungan, anestesi, radiologi, dan patologi klinik,” ujarnya.
Ia menyebut, keberadaan dokter spesialis merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil.
Dengan beroperasinya ruang bedah, penanganan pasien diharapkan bisa dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu proses rujukan ke luar daerah.
“Dengan adanya layanan ini, pasien tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk kasus-kasus yang bisa ditangani di sini. Ini tentu sangat membantu masyarakat,” tegasnya.
Yuwana menambahkan, pembiayaan tenaga medis spesialis dilakukan melalui skema kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
“Pembiayaan dilakukan dengan sistem sharing cost antara provinsi dan kabupaten, sehingga keberlanjutan layanan dapat terjaga,” tambahnya.
Meski begitu, rujukan tetap dilakukan untuk kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Direktur RSUD Muara Bengkal Andriansyah, menyebut layanan ini menjadi bagian dari penguatan pelayanan rumah sakit.
“Ini menjadi langkah besar bagi kami dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat, efektif, dan berdampak langsung terhadap keselamatan serta kesembuhan pasien,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani