Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Banjir Masih Jadi Kendala, Kutim Genjot Cetak Sawah hingga 20 Ribu Hektare

Jufriadi • Kamis, 9 April 2026 | 17:15 WIB
KOMPAK: Gerakan Tanam Padi Serentak di lahan cetak sawah rakyat yang berpusat di Kecamatan Bengalon Kutim, Kamis (9/4/2026). (FOTO IST)
KOMPAK: Gerakan Tanam Padi Serentak di lahan cetak sawah rakyat yang berpusat di Kecamatan Bengalon Kutim, Kamis (9/4/2026). (FOTO IST)

SANGATTA - Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kutai Timur (Kutim) terus didorong, salah satunya melalui gerakan tanam padi serentak yang terhubung secara nasional di Kecamatan Bengalon, Kamis (9/4).

Namun di balik target besar pengembangan sawah, persoalan klasik seperti banjir masih menjadi hambatan di lapangan.

Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Anggara Sitompul menyoroti kondisi tersebut. Ia menyebut faktor alam, terutama banjir, kerap mengganggu proses pencetakan lahan sawah di sejumlah wilayah.

“Kondisi alam seperti banjir memang menjadi hambatan utama. Namun saya melihat semangat dan kerja keras dari para petani serta tim di lapangan patut diapresiasi,” ucapnya.

Ia meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk mencari solusi jangka panjang.

“Kita perlu duduk bersama mencari akar permasalahan banjir ini, agar ke depan para petani bisa bekerja sepanjang tahun tanpa terganggu,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah tetap memasang target ambisius. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut total pengembangan lahan sawah ditargetkan mencapai 20 ribu hektare.

Saat ini, sekitar 3.000 hektare telah masuk tahap penanaman. Sementara potensi lahan yang siap tanam disebut mendekati 7.000 hektare.

"Kemudian yang memiliki peluang tanam itu sudah hampir 7.000 hektar dari target 20.000 hektar itu,” ucap Ardiansyah.

Ia mengakui, upaya serupa pernah dilakukan pada 2012–2013 dengan luasan mencapai 60.000 hektar. Namun program tersebut terkendala status kawasan lahan.

"Sementara kami inventaris dulu," sambung Ardiansyah.

Selain mengandalkan sawah irigasi, pemerintah juga mulai mengembangkan alternatif lain, termasuk padi lahan kering dan inovasi budidaya.

“Kita juga dorong pengembangan padi lahan kering seperti Padi Mayas, bahkan saat ini kita sedang uji coba penanaman padi di kolam terapung di Desa Tepian Langsat,” ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto melaporkan progres program cetak sawah rakyat yang berjalan dalam waktu singkat.

“Dalam waktu efektif dua bulan, kami berhasil mencetak lahan sawah seluas 363 hektar dari target awal,” terangnya.

Ia menyebut, capaian tersebut sempat mengalami penyesuaian akibat kondisi lapangan, termasuk banjir yang terjadi di wilayah Sepaso dan sekitarnya.

Menurutnya, penguatan sektor pertanian menjadi langkah strategis di tengah perlambatan ekonomi daerah yang dipengaruhi sektor energi dan pertambangan.

“Pertumbuhan sektor pertanian menjadi harapan kita bersama untuk menjaga stabilitas ekonomi di Kutai Timur. Program ini adalah solusi nyata menghadapi tantangan ke depan,” tutupnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#tanam padi serentak #Brigjen TNI Anggara Sitompul #Korem 091/Aji Surya Natakesuma #Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman #ketahanan pangan