KALTIMPOST.ID, SANGATTA — Warga Sangatta Selatan digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria di sebuah rumah kebun di Jalan Poros Sangatta–Bontang Km 08, Dusun Bumi Indah, Kutai Timur, Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.
Korban diketahui bernama Suparman (66), warga Sangatta Utara yang berprofesi sebagai sopir. Saat ditemukan, kondisi tubuhnya sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.
Korban ditemukan dalam posisi terlentang di dalam rumah kebun. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ia diduga telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan.
Baca Juga: Fakta Terbaru Mojtaba Khamenei: Luka Serius, Cacat Permanen tapi Tetap Kendalikan Iran
Penemuan ini bermula saat seorang warga, Musrifa, mencari ayam peliharaannya di sekitar lokasi. Karena tidak mendapat respons saat memanggil korban, ia kemudian mendekat dan mendapati tubuh korban telah dikerubuti lalat.
Temuan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh warga lain, Antok. Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan kepada kepala dusun dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Petugas kepolisian bersama Tim Inafis Sat Reskrim Polres Kutai Timur segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kudungga menggunakan ambulans PMI guna penanganan lebih lanjut.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut.
“Kami telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal bersama Tim Inafis. Dari hasil sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun penyelidikan tetap kami lanjutkan untuk memastikan penyebab kematian,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi di lingkungan sekitar.
“Kami mengajak masyarakat untuk proaktif melaporkan setiap kejadian mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian,” tambahnya.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman dan pemantauan di lokasi kejadian.
Editor : Ery Supriyadi