SANGATTA - Penyebab kecelakaan lalu lintas antara ambulans RSUD Taman Husada Bontang dan mobil travel di Jalan Poros Bengalon–Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim), Jumat (10/4), mulai terang. Sopir ambulans, Muhammad Nur Akbar membantah insiden tersebut dipicu upaya menghindari lubang jalan.
Menurut Akbar, kecelakaan justru terjadi karena mobil travel Toyota Avanza yang datang dari arah berlawanan tidak berada di jalurnya. Ia mengaku sempat mengambil langkah menghindar setelah melihat manuver kendaraan tersebut.
“Awalnya mobil travel itu tidak pada jalurnya dan menyalakan lampu sein. Saya kira sopirnya mau ke pinggir. Makanya saya langsung menghindari mobil itu,” jelasnya saat dihubungi, Sabtu (11/4).
Namun saat ambulans sudah mengambil jalur menghindar, mobil travel disebut kembali ke jalurnya. Kondisi itu membuat tabrakan tak terhindarkan. Kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah dan sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka ringan.
Akbar juga meluruskan informasi yang sebelumnya menyebut kecelakaan dipicu kondisi jalan berlubang. Ia menegaskan lokasi kejadian tidak terdapat lubang.
“Daerah kejadian itu tidak ada lubang sama sekali. Ada tapi 500 meter di belakang. Jadi kalau dibilang karena itu sangat keliru,” ungkapnya.
Saat kejadian, ambulans dalam kondisi tidak membawa pasien. Akbar bersama rekannya sedang perjalanan kembali ke Bontang usai mengantar pasien ke Berau.
“Posisi kami sedang tidak bawa pasien jadi kendaraan kami pacu pelan. Namun, karena kesalahan sopir travel itu menyebabkan kejadian tersebut terjadi,” tandasnya.
Baca Juga: Tragedi Berdarah di PT BCPM Rayon E: Seorang Karyawan Tewas, Pelaku Masih Buron
Sebelumnya, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara dari pihak kepolisian menyebut kecelakaan diduga dipicu kondisi jalan berlubang dan kurangnya kehati-hatian pengendara.
Saat ini, kedua pihak masih menempuh jalur mediasi. Dari pihak travel disebut masih mengajukan tuntutan ganti rugi atas insiden tersebut. (*)
Editor : Sukri Sikki