Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sempat Melenceng dari Target, Proyek BLKI Kutim Kini Masuk Skema Multiyears 2026-2027

Jufriadi • Minggu, 3 Mei 2026 | 18:57 WIB
BERLANJUT: Meski sempat meleset dari jadwal awal, sejumlah gedung utama seperti asrama dan ruang kelas ditargetkan layak fungsi pada 2026.
BERLANJUT: Meski sempat meleset dari jadwal awal, sejumlah gedung utama seperti asrama dan ruang kelas ditargetkan layak fungsi pada 2026.

 

SANGATTA - Pembangunan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri di Jalan Sidodadi, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), masih berada pada tahap awal. Proyek yang dirancang sejak 2022 itu belum rampung sesuai target awal. Di lapangan, progres pembangunan baru mencakup pematangan lahan dan pemasangan tiang pondasi. Padahal, proyek tersebut sebelumnya ditargetkan selesai pada 2024 atau paling lambat 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim menjelaskan, pembangunan BLKI ini sudah masuk proyek multiyears yang dijadwalkan berlangsung pada 2026 hingga 2027. Menurutnya, pada tahun ini anggaran difokuskan untuk menyelesaikan sebagian unit bangunan agar dapat segera difungsikan, meskipun belum selesai secara keseluruhan.

“Untuk 2026 ini difokuskan pada beberapa unit yang ditargetkan layak fungsi, bukan semua selesai sekaligus tapi belum bisa digunakan,” jelasnya. Ia memaparkan, dalam perencanaan awal sejak 2022, pembangunan BLKI mencakup sejumlah fasilitas, di antaranya aula, ruang kelas, asrama dua lantai, workshop, serta rumah dinas. Total kebutuhan anggaran dalam perencanaan tersebut sekitar Rp95 miliar.

Baca Juga: KONI Kutim Resmi Dukung Anderiy Syachrum Pimpin KONI Kaltim Periode 2026–2030

Adapun pada 2026, sejumlah pekerjaan ditargetkan mencapai kondisi layak fungsi. Di antaranya satu gedung aula, dua gedung asrama, dua ruang pembelajaran, serta satu gedung workshop. Selain itu, pembangunan jalan lingkungan juga ditargetkan selesai. “Beberapa gedung itu ditargetkan layak fungsi tahun ini. Sementara pekerjaan lainnya akan dilanjutkan pada 2027 melalui skema multiyears,” ujarnya.

Ia menegaskan, status layak fungsi tidak berarti seluruh pembangunan telah selesai 100 persen sesuai perencanaan akhir, melainkan sudah dapat dimanfaatkan untuk operasional awal. Selain itu, perbedaan antara nilai perencanaan dan anggaran riil tiap tahun dimungkinkan terjadi karena menyesuaikan kondisi fiskal dan perubahan standar biaya. Dengan skema tersebut, pemerintah daerah menargetkan pembangunan BLKI dapat dimanfaatkan secara bertahap, sembari menuntaskan keseluruhan proyek pada tahun berikutnya. (riz)

 

Editor : Muhammad Rizki
#BLKI Mandiri Kutim #BLKI Kutim #Distransnaker Kutim #kutim