KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Program bus listrik sekolah di Kutai Timur (Kutim) resmi diluncurkan, Senin (4/5), usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman Kantor Bupati Kutim. Program ini mulai dijalankan untuk mendukung mobilitas siswa menuju sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menyebut pengadaan bus listrik tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah daerah yang telah dirancang sejak 2024.
“Salah satu dari 50 program Bupati Kutai Timur periode saat ini adalah pengadaan bus listrik sekolah. Ini sudah dirancang mulai tahun 2024. Alhamdulillah di tahun 2026 ini bisa diwujudkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program ini merupakan hasil kolaborasi antara Disdikbud dan Dinas Perhubungan. Disdikbud berperan dari sisi penerima manfaat, sementara aspek teknis operasional ditangani Dinas Perhubungan.
Baca Juga: Ratusan Warga Serbu Jetty Tambang di Muara Jawa, Teriak “Kami Butuh Kerja!”
“Pengadaan bus listrik sekolah ini adalah kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan juga Dinas Perhubungan. Karena secara penerima manfaat ini adalah anak sekolah sementara secara teknis pelaksanaan ada di Dinas Perhubungan,” jelasnya.
Untuk tahap awal, bus listrik akan diujicobakan dan efektif berfungsi Rabu (6/5). Uji coba ini difokuskan pada satu unit bus yang melayani siswa di SMA Negeri 2 Sangatta Utara. Pemilihan SMAN 2 Sangatta Utara sebagai lokasi awal bukan tanpa alasan. Sekolah tersebut dinilai belum terjangkau jalur angkutan umum.
“Ini setelah melalui diskusi dengan pihak sekolah yang ada di Kabupaten Timur dan saat ini karena masih untuk uji coba 1 bus, maka ini kita peruntukkan untuk SMA Negeri 2 Sangatta Utara. Dengan pertimbangan SMA Negeri Sangatta Utara tidak dilalui jalur angkutan umum,” tambahnya.
Baca Juga: Terungkap di Sidang, Ketua RT Diduga Dibuang ke Laut Saat Masih Hidup, Terdakwa Dituntut 14 Tahun
Ke depan, pemerintah daerah berencana menambah jumlah armada apabila program ini berjalan lancar, sehingga dapat menjangkau sekolah lain dengan kondisi serupa.
Dari sisi operasional, seluruh biaya termasuk pengemudi ditanggung oleh Dinas Perhubungan. “Berdasarkan koordinasi kami dengan dinas perhubungan bahwasanya seluruh biaya operasional termasuk drivernya ditanggung semuanya oleh Dinas Perhubungan,” jelasnya.
Sementara untuk rute awal, bus akan melayani jalur dari kawasan Hotel Pinang hingga Jalan APT Pranoto menuju SMAN 2 Sangatta Utara. Rute ini akan terus dievaluasi agar efektif dan tidak mengganggu aktivitas belajar.
“Itu akan terus dievaluasi sehingga didapatkan sebuah rute yang tepat dan tidak menghambat proses pembelajaran di sekolah,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo