KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Kejuaraan Bulutangkis Bupati Open Kutim 2026 Sirkuit Nasional (Sirnas) C mulai bergulir di GOR Kudungga, Sangatta, Senin (11/5). Turnamen tingkat nasional itu diikuti 504 atlet dari 46 klub bulutangkis yang berasal dari 15 provinsi di Indonesia.
Selama enam hari pelaksanaan, para atlet akan bertanding di sejumlah kategori usia mulai tingkat pemula hingga taruna. Peserta datang dari berbagai daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan, Maluku, hingga Sumatera Utara.
Ketua Panitia Sirnas C, Cithra, mengatakan jumlah peserta pada pelaksanaan tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Menurut dia, tingginya partisipasi atlet menunjukkan ajang Sirnas masih menjadi kompetisi yang diminati dalam pembinaan atlet usia muda.
“Antusiasmenya luar biasa. Ini menunjukkan Sirnas C menjadi salah satu ajang yang sangat dinanti para atlet muda untuk mengukur kemampuan mereka,” tuturnya.
Baca Juga: Harga Dexlite Melejit, DPRD Bontang Desak Pemerintah Lakukan Penyesuaian Nilai Kontrak Proyek
Wakil Ketua II PBSI Kaltim, Daniel Politius Sebayang, menyebut tingginya minat klub bulutangkis terhadap kompetisi menjadi salah satu alasan PBSI terus menghadirkan turnamen di berbagai daerah.
Menurutnya, keberadaan kompetisi yang rutin digelar penting untuk menjaga proses pembinaan atlet tetap berjalan.
“Banyak klub yang meminta event seperti ini lebih sering digelar. Karena itu, kami berupaya menciptakan kompetisi yang sehat dan kompetitif untuk mendorong prestasi atlet,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan pelaksanaan Sirnas C menjadi kesempatan bagi atlet daerah untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding di level nasional.
Baca Juga: Ekspor Kaltim Anjlok USD154 Juta, Sektor Migas Jadi Biang Kerok Utama
Ia menilai semakin sering mengikuti kompetisi, kemampuan dan mental atlet akan semakin berkembang. “Kompetisi seperti ini sangat dibutuhkan atlet untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding. Kita ingin atlet Kutim mampu bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional,” ujarnya.
Selain berdampak pada pembinaan olahraga, pelaksanaan event nasional tersebut juga dinilai ikut menggerakkan perekonomian daerah melalui kedatangan atlet dan official dari luar daerah.
Dalam ajang itu, kontingen tuan rumah menargetkan mampu meraih empat medali emas dari tujuh kategori pertandingan yang diperlombakan.
“Kita menargetkan empat medali emas dari tujuh kategori yang dipertandingkan. Mudah-mudahan atlet-atlet kita bisa memberikan hasil terbaik,” katanya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo