Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

RKB Kutim Demo PAMA KPCS, Tuntut Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Jufriadi • Rabu, 20 Mei 2026 | 17:05 WIB
DEMO DAMAI: Massa Remaong Koetai Berjaya (RKB) Kutai Timur menyampaikan aspirasi di depan Mess PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site KPCS, Rabu (20/5).
DEMO DAMAI: Massa Remaong Koetai Berjaya (RKB) Kutai Timur menyampaikan aspirasi di depan Mess PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site KPCS, Rabu (20/5).

SANGATTA - Organisasi masyarakat Remaong Koetai Berjaya (RKB) Kutai Timur (Kutim) menggelar aksi demo di Mess PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site KPCS, Rabu (20/5). 

RKB meminta perusahaan lebih memprioritaskan masyarakat lokal dalam rekrutmen tenaga kerja serta menghentikan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja lokal.

Perwakilan RKB Kutim, Fauzi, mengatakan pihaknya meminta kejelasan sikap perusahaan terkait kesempatan kerja bagi masyarakat Kutim di wilayah operasional perusahaan.

Menurut dia, masyarakat lokal seharusnya mendapat ruang dan kesempatan yang sama untuk bekerja di daerah sendiri.

“Jangan sampai kita jadi penonton. Poinnya sebetulnya itu saja yang ingin kami ambil di sini,” ujarnya.

Selain itu, RKB meminta PAMA mempekerjakan kembali pekerja lokal yang telah dirumahkan atau terkena PHK serta memprioritaskan pemberdayaan masyarakat sekitar sesuai regulasi daerah.

Selain itu, RKB meminta perusahaan membatasi mobilisasi tenaga kerja dari luar daerah selama kebutuhan tenaga kerja lokal dinilai belum terpenuhi. Mereka juga mendorong PT Kaltim Prima Coal (KPC) agar lebih tegas kepada perusahaan kontraktor dalam penyerapan tenaga kerja lokal.

Menanggapi tuntutan tersebut, Human Capital Dept Head PAMA Site KPCS, Tri Rahmat Soleh, mengatakan perusahaan menghormati penyampaian aspirasi yang dilakukan RKB. 

Tri mengatakan perusahaan memiliki komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat lokal, termasuk dalam proses rekrutmen tenaga kerja di Kutim. Selama ini, perusahaan menggunakan data administrasi kependudukan sebagai salah satu dasar penerimaan tenaga kerja.

"Kami berusaha untuk seratus persen pemenuhan dari masyarakat seputar project atau masyarakat lokal. Salah satu metode yang kami gunakan, kami diskusi dengan pemerintah untuk memanfaatkan data administratif kependudukan yang menjadi landasan kami," jelas Tri.

Namun, perusahaan disebut akan kembali mengkaji aspek tambahan lain seperti tempat lahir dan asal-usul keluarga calon pekerja.

Di sisi lain, Tri menjelaskan PAMA saat ini menghadapi pengurangan area kerja di Kutim. Dari tiga area kerja yang sebelumnya beroperasi, kini hanya tersisa satu area aktif sehingga perusahaan melakukan optimalisasi sumber daya manusia.

"Sehingga totally kami hanya fokus di area sini. Nah, kondisi itulah yang menyebabkan kami harus melakukan upaya optimasi resources dan kami lakukan filter," tuturnya.

Menurutnya, sekitar 400 tenaga kerja telah dikeluarkan dan mayoritas merupakan pekerja nonlokal. Ia menegaskan langkah tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan dan analisis internal perusahaan. (*)

Editor : Ismet Rifani
#RKB Kutai Timur #Tri Rahmat Soleh #PT PAMA Site KPCS #demo