SANGATTA - Berkurangnya area kerja operasional membuat PT Pamapersada Nusantara (PAMA) site KPCS melakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja di Kutai Timur (Kutim). Sekitar 400 pekerja yang mayoritas non-lokal dikurangi dalam kebijakan tersebut.
Human Capital Department Head PAMA Sangatta, Tri Rahmat Soleh mengatakan saat ini perusahaan hanya memiliki satu area kerja aktif di Kutim. Sebelumnya, area timur lebih dahulu ditutup, sementara proyek di Bengalon telah selesai beroperasi.
“Kondisi bisnis saat ini memang cukup menantang. Dari tiga area kerja di Kutai Timur, sekarang tinggal satu yang masih berjalan,” ujarnya.
Menurut Tri, kondisi tersebut berdampak pada kebutuhan tenaga kerja sehingga perusahaan melakukan penyesuaian agar sejalan dengan kapasitas operasional yang tersedia.
Ia memastikan proses pengurangan tenaga kerja dilakukan melalui evaluasi internal bersama departemen pengguna tenaga kerja di lapangan.
“HR tidak bisa serta-merta memutuskan sendiri. Kami mendiskusikan dan meminta data dari departemen user tempat tenaga kerja itu ditempatkan,” katanya.
Tri menyebut pekerja yang dikurangi sebagian besar berasal dari luar daerah. Di sisi lain, perusahaan mengaku tetap berupaya mempertahankan tenaga kerja lokal di tengah penurunan aktivitas operasional.
Saat ini jumlah pekerja PAMA di site KPCS berada di kisaran 4.000 orang. Jika digabungkan dengan pekerja subcontractor (subcon), total keseluruhan mencapai sekitar 6.000 orang.
Perusahaan berharap tidak ada lagi pengurangan tenaga kerja tambahan, terutama pada sektor subcon yang masih menopang kegiatan operasional perusahaan.
Selain itu, stabilitas operasional PT Kaltim Prima Coal disebut menjadi faktor penting bagi keberlangsungan aktivitas perusahaan di lapangan.
“Kami berharap kondisi operasional tetap baik agar perusahaan bisa bertahan dan tenaga kerja yang ada juga tetap bisa dipertahankan,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani