SANGATTA - Upaya optimalisasi operasional Bandara Uyang Lahai di Kecamatan Kombeng, Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga meningkatnya biaya operasional penerbangan perintis.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim Masrianto Suriansyah mengatakan evaluasi terhadap operasional bandara perintis terus dilakukan Kementerian Perhubungan untuk memastikan layanan penerbangan masyarakat di wilayah pedalaman tetap berjalan.
Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat dan kenaikan harga Aviation Turbine Fuel (Avtur) menjadi tantangan dalam menjaga keberlangsungan operasional penerbangan bersubsidi. “Ini menjadi tantangan bagi seluruh bandara perintis yang mendapat subsidi dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Baca Juga: Hasil Sidak di Toko Moderen: Pasokan Mulai Membaik, Harga Merangkak Naik
Selain persoalan biaya, kondisi fasilitas Bandara Uyang Lahai juga dinilai masih membutuhkan banyak pembenahan agar pelayanan penerbangan dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.
“Kondisi Bandara Uyang Lahai memang masih perlu banyak perbaikan dan pembenahan. Harapannya pelayanan penerbangan di sana bisa terus berjalan dengan baik ke depannya,” katanya.
Masrianto menjelaskan sejumlah catatan terkait kondisi infrastruktur bandara telah disampaikan kepada pemerintah daerah melalui Dishub. Ia menilai perbaikan fasilitas diperlukan untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan layanan penerbangan di wilayah pedalaman.
Baca Juga: Polres Mahulu Kerahkan 148 Personel Amankan Piltikam: Distribusi Logistik Mulai Dilakukan
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menghadapi keterbatasan kewenangan dalam pengelolaan transportasi udara karena sektor tersebut berada di bawah pemerintah pusat. Hal itu membuat pemerintah tidak bisa menganggarkan pengelolaan bandara secara langsung melalui APBD.
“Dengan kesepakatan Bupati, nantinya pengelolaan dilakukan melalui BUMDes dan kami dari instansi teknis tetap melakukan pendampingan,” jelasnya.
Selain Bandara Uyang Lahai, pemerintah daerah saat ini juga memberi perhatian terhadap pengembangan Bandara Tanjung Bara. Sementara rencana pembangunan bandara di Bual-bual masih berada pada tahap usulan.
“Kalau Bual-bual masih tahap usulan. Yang menjadi prioritas Bupati saat ini adalah Bandara Tanjung Bara dan Uyang Lahai karena keduanya sudah beroperasi dan perlu perhatian lebih lanjut,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki