KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro meninjau Industrial Farming di Kota Bontang dan Kutai Timur (Kutim). Industrial Farming Polres Kutai Timur ini berada di lahan eks tambang Pit J PT Kaltim Prima Coal, Desa Singa Gembara, Sangatta Utara.
Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan Polda Kaltim terhadap program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden RI.
Kapolda meninjau langsung pengembangan pertanian jagung yang dikelola melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat.
Jenderal bintang dua itu juga penyerahan bantuan sosial dan alat pertanian kepada Kelompok Tani Pit J binaan Polres Kutai Timur. Kemudian bersama Forkopimda Kutim dan manajemen PT KPC melakukan penanaman benih jagung secara simbolis di kawasan Industrial Farming Pit J.
Baca Juga: Hari Lahir Pancasila 2026: Wali Kota Balikpapan Imbau Warga Kibarkan Bendera Satu Tiang Penuh
“Ketahanan pangan merupakan salah satu program prioritas nasional yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa, termasuk Polri,” terang Endar.
Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan.
Kalimantan Timur memiliki tantangan tersendiri di sektor pertanian karena karakteristik tanah yang relatif kurang subur. “Diperlukan berbagai inovasi melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif, termasuk lahan pascatambang,” urainya.
Pengembangan kawasan pertanian di lahan eks tambang merupakan contoh nyata keberhasilan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, aparat keamanan, dan masyarakat.
Baca Juga: Pesta Juara Berujung Ricuh, Polisi Prancis Amankan Ratusan Fans PSG
Lahan yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas pertambangan kini mampu diubah menjadi kawasan produktif yang menghasilkan pangan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Diketahui Januari- Mei 2026, jajaran Polda Kaltim telah menanam jagung di lahan seluas 928,25 hektare dengan total hasil panen mencapai 479,43 ton.
Khusus di Kutai Timur, program percontohan ketahanan pangan dikembangkan pada lahan seluas 65 hektare yang tersebar di kawasan PT KPC dan Desa Tepian Baru. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo