Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

DPRD Kutim Soroti Kekurangan Air Baku di Pesisir, Desalinasi Masuk Kajian

Jufriadi • Selasa, 16 Juni 2026 | 12:57 WIB
Ketua Komisi C DPRD Kutim Ardiansyah. (Jufriadi/KP)

 

 
Ketua Komisi C DPRD Kutim Ardiansyah. (Jufriadi/KP)    

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Keterbatasan sumber air baku di sejumlah wilayah pesisir Kutai Timur (Kutim) dinilai membutuhkan solusi jangka panjang. Salah satu opsi yang kini mulai dipersiapkan adalah pembangunan instalasi pengolahan air laut menjadi air bersih atau desalinasi.

Ketua Komisi C DPRD Kutim Ardiansyah mengatakan kebutuhan air bersih di kawasan pesisir tidak lagi bisa bergantung pada air tanah maupun tampungan air hujan. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terus meningkat.

“Kami melihat kebutuhan air bersih di kawasan pesisir memang memerlukan solusi yang lebih permanen. Salah satu alternatif yang sedang dipersiapkan pemerintah adalah pengolahan air laut menjadi air bersih,” ujarnya.

Baca Juga: Sering Viral di Medsos, Kemunculan Orangutan di Permukiman Jadi Alarm Ancaman Habitat

Menurutnya, wilayah Bengalon, Kaliorang, Kaubun, Sangkulirang, Karangan, dan Sandaran merupakan kawasan yang memerlukan tambahan sumber air baku. Selain melayani kebutuhan rumah tangga, permintaan air diperkirakan ikut meningkat seiring perkembangan kawasan industri dan pelabuhan di pesisir.

Politikus PKS ini menyebut rencana tersebut masih berada pada tahap kajian oleh investor. Sejumlah aspek yang sedang dipelajari meliputi studi kelayakan, analisis kebutuhan air jangka panjang, kajian lingkungan, hingga perencanaan jaringan distribusi.

Baca Juga: Pemkot Bontang Siapkan APBD untuk Perbaikan Trotoar di Bontang Kuala, Neni Nilai Tidak Bisa Menunggu Terus  

“Yang terpenting adalah memastikan proyek ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menjadi proyek pembangunan semata,” katanya.

Ia menambahkan, DPRD akan mencermati proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek karena berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar penentuan kapasitas produksi instalasi dan wilayah yang akan dilayani.

“Kami di Komisi C tentu akan mengawal prosesnya. Karena yang dibicarakan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#dprd kutai timur #Komisi C #air baku #ardiansyah