Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Industri Tambang Batu Bara Bakal Masuk di Muara Wahau Kutim, Camat Ingatkan Soal Adat dan Tenaga Kerja Lokal

Jufriadi • Jumat, 26 Juni 2026 | 13:17 WIB
Camat Muara Wahau, Marlianto
Camat Muara Wahau, Marlianto

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Pemerintah Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim), mengingatkan perusahaan yang beroperasi di wilayahnya agar tidak hanya kejar keuntungan saja. Perusahaan juga diminta menghormati adat istiadat setempat serta memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.

Camat Muara Wahau Marlianto mengatakan, kehadiran investasi akan mendapat dukungan selama memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, salah satu bentuk manfaat tersebut adalah membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar.

Pernyataan itu disampaikan menyusul rencana operasional PT Ithaca Resources di wilayah Muara Wahau pada 2027 mendatang.

Baca Juga: Pemangkasan RKAB Berpotensi Berdampak pada 10 Ribu Pekerja Tambang di Kutim

"Kalau perusahaan buka lalu tenaga kerjanya orang luar semua, ya kami kurang setuju. Karena masyarakat kami juga masih banyak yang membutuhkan pekerjaan," ujar Marlianto.

Ia berharap perusahaan memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal, baik untuk posisi umum maupun yang membutuhkan keahlian tertentu. Ia menegaskan, penyerapan tenaga kerja hendaknya mengacu pada ketentuan yang berlaku di daerah.

Menurut Marlianto, komposisi tenaga kerja yang diharapkan adalah 80 persen tenaga kerja lokal dan 20 persen dari luar daerah.

Selain membuka lapangan pekerjaan, ia menilai perusahaan juga perlu menghormati adat istiadat yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Muara Wahau. Karena itu, tokoh adat dan masyarakat setempat diharapkan dilibatkan dalam komunikasi maupun pelaksanaan program perusahaan.

Baca Juga: Dugaan Pencemaran Laut di Pulau Miang, DLH Kutim Limpahkan Aduan ke Provinsi

"Orang luar yang datang harus mengikuti adat istiadat yang berlaku di daerah kami. Jangan mereka yang mengatur kami, tetapi mereka harus menyesuaikan diri dengan aturan dan budaya yang sudah ada," tegasnya.

Marlianto juga berharap perusahaan dapat berkontribusi terhadap kegiatan sosial dan budaya masyarakat. Menurutnya, berbagai kegiatan adat di Muara Wahau membutuhkan dukungan agar tetap dapat dilaksanakan.

"Di Wahau banyak kegiatan adat dan budaya yang memerlukan biaya cukup besar. Kami berharap perusahaan juga bisa ikut berkontribusi membantu kegiatan masyarakat seperti itu," jelasnya.

Ia menambahkan, komunikasi antara perusahaan, pemerintah desa, tokoh adat, dan pemerintah kecamatan perlu dibangun sejak awal. Dengan koordinasi yang baik, keberadaan perusahaan diharapkan dapat diterima masyarakat sekaligus memberikan manfaat bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga.

"Nanti harus banyak komunikasi dengan desa, tokoh adat, dan kecamatan," pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#PT Ithaca #tenaga kerja lokal #Muara wahau #tambang batu bara #kutai timur