Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ancaman El Nino Kian Dekat, Kutim Siapkan Mitigasi untuk Pertanian dan Karhutla

Jufriadi • Rabu, 8 Juli 2026 | 16:50 WIB
SERIUS: Unsur Forkopimda Kutai Timur mengikuti rapat koordinasi di Mapolres Kutim, Rabu (8/7). Pertemuan tersebut membahas kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi dampak El Nino. (Jufriadi/KP)
SERIUS: Unsur Forkopimda Kutai Timur mengikuti rapat koordinasi di Mapolres Kutim, Rabu (8/7). Pertemuan tersebut membahas kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi dampak El Nino. (Jufriadi/KP)

SANGATTA - Potensi dampak fenomena El Nino diperkirakan mulai dirasakan dalam waktu dekat. Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menyusun antisipasi, mulai dari perlindungan sektor pertanian hingga pencegahan karhutla, yang akan diperkuat melalui surat edaran kepada masyarakat.

Surat edaran tersebut akan diterbitkan setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim menyampaikan paparan terbaru mengenai potensi dampak El Nino. Pemaparan itu dijadwalkan berlangsung pada 13 Juli 2026 dan menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan langkah mitigasi.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pembahasan mengenai kesiapsiagaan menghadapi El Nino telah dilakukan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dari hasil pembahasan awal, perhatian difokuskan pada sektor pangan dan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

"Artinya, kalau memang ini betul-betul terjadi, maka beberapa dampak yang harus kita siapkan, di antaranya persiapan tanaman hortikultura, kemudian sawah, kemudian juga antisipasi karhutla," kata Ardiansyah, Rabu (8/7).

Ia menjelaskan, BPBD masih menyelesaikan pendataan kondisi di lapangan sebelum dipresentasikan. 

Kesiapsiagaan juga mencakup wilayah pesisir. Informasi yang diterima pemerintah dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) menunjukkan angin selatan berpotensi meningkatkan risiko bagi aktivitas pelayaran. Kondisi itu dinilai perlu menjadi perhatian, khususnya bagi nelayan yang melaut menggunakan kapal dengan perlengkapan keselamatan yang belum memadai.

"Sehingga tadi dari informasi dari Lanal untuk wilayah laut mungkin tidak tepat saat ini kalau ada nelayan yang melaut, apalagi kalau tidak ada kemampuan keamanan kapalnya yang bagus," ujarnya.

Ardiansyah menambahkan, koordinasi dengan BPBD dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi dari BMKG mengenai potensi El Nino. Selain memetakan kerawanan, pemerintah juga memastikan kesiapan sumber daya yang dimiliki untuk menghadapi kemungkinan bencana.

"Di setiap kecamatan kita sudah punya kantor dan mobil karhutla itu sebenarnya sudah punya, tinggal pemanfaatannya lagi," pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#dampak fenomena El Nino #Mitigasi dampak #BPBD Kutim #Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman #cegah karhutla