KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim) belum sepenuhnya diimbangi dengan dukungan infrastruktur. Akses jalan menuju destinasi wisata tersebut masih menjadi persoalan utama yang dinilai menghambat pengembangan sektor pariwisata di Desa Sekerat.
Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika mengatakan, kondisi jalan menuju desa masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Dari total sekitar 23 kilometer ruas jalan, baru lima kilometer yang telah disemenisasi melalui dukungan perusahaan. Sementara sekitar 18 kilometer sisanya masih belum ditingkatkan.
"Akses jalan masih menjadi tantangan terbesar dalam pengembangan wisata di Desa Sekerat. Dari total 23 kilometer, baru sekitar lima kilometer yang sudah disemenisasi," ujarnya, Minggu (12/7).
Baca Juga: Empat Tradisi Kutim Ditetapkan Menjadi Warisan Budaya Takbenda Nasional
Menurutnya, perbaikan akses tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Ia berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Desa Sekerat dapat berkolaborasi bersama pemerintah untuk mempercepat peningkatan jalan menuju kawasan wisata.
"Masih ada sekitar 18 kilometer jalan yang belum disemenisasi. Kami berharap kolaborasi dengan perusahaan bisa segera terwujud agar akses menuju Desa Sekerat semakin baik," katanya.
Baca Juga: Kejar Target 75 Persen Registrasi Perlinsos, Dinas Sosial Balikpapan Siapkan Layanan Jemput Bola
Selain persoalan akses, Sunan menyebut pengembangan wisata Pantai Sekerat juga didukung atraksi wisata dan kelembagaan yang sudah terbentuk.
Wahana ATV yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM setempat.
Ia menambahkan, pengelolaan kawasan wisata juga melibatkan Pokdarwis, Karang Taruna, serta masyarakat desa. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pengembangan Pantai Sekerat sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kutim. (*)
Editor : Sukri Sikki