KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Sebuah video penangkapan terduga pelaku pencurian yang viral di media sosial belakangan ini menarik perhatian publik. Dalam rekaman itu terlihat seorang polisi bertubuh kecil mengenakan kaus hitam dan celana jins keluar dari sebuah bangunan dua lantai sambil memegang kepala seorang pria yang diduga sebagai pelaku pencurian.
Aksi tersebut menuai banyak pujian dari warganet. Selain dilakukan seorang diri, polisi itu tampak tenang menggiring terduga pelaku yang memiliki postur tubuh jauh lebih besar. Perbedaan ukuran tubuh keduanya menjadi sorotan dan memunculkan apresiasi atas keberanian anggota polisi tersebut.
Belakangan diketahui polisi dalam video itu adalah Bripda Muhammad Faturrahman, personel Unit Samapta Polsek Teluk Pandan, Polres Kutai Timur (Kutim).
Baca Juga: Tak Main-Main, Rekam Jejak Kapolres Baru Kutim Pernah Ungkap Kejahatan Siber Internasional
Kasi Humas Polres Kutim Aiptu Wahyu Winarko membenarkan pria dalam video viral tersebut merupakan anggotanya. Ia menjelaskan peristiwa itu terjadi di kawasan Masjid Al Muhajirin, Bukit Indah, Tanjung Laut, Kota Bontang, Kamis (9/7) sekitar pukul 17.00 Wita.
"Benar, yang ada di video itu anggota kami, Bripda Muhammad Faturrahman dari Unit Samapta Polsek Teluk Pandan. Saat kejadian yang bersangkutan sebenarnya sudah selesai bertugas," katanya, Selasa (14/7).
Meski tidak sedang berdinas, Bripda Fatur tetap bertindak saat mendengar teriakan warga yang menyebut telah terjadi pencurian di sebuah apotek. Saat itu ia baru saja menyelesaikan tugasnya di Polsek Teluk Pandan dan baru sampai di rumahnya.
Baca Juga: Seragam Gratis Belum Bisa Dibagikan, Siswa Baru di Kutim Diminta Bersabar
Tanpa berpikir panjang, ia langsung mengejar terduga pelaku. Pelaku sempat melompati tembok rumah warga, naik ke atap, lalu bersembunyi di dalam sebuah bangunan dua lantai yang merupakan bekas gedung sarang burung walet.
"Begitu mendengar teriakan warga ada pencurian, dia langsung berinisiatif membantu melakukan pengejaran meskipun sedang tidak berdinas," ujarnya.
Dalam kondisi bangunan yang gelap, Bripda Fatur masuk seorang diri untuk mencari keberadaan pelaku. Setelah menemukannya, sempat terjadi pergulatan karena terduga pelaku melakukan perlawanan.
Meski demikian, Bripda Fatur berhasil menguasai pelaku. Ia kemudian mengikat tangan terduga pelaku menggunakan kain yang ada di sekitar lokasi agar tidak kembali melarikan diri.
Setelah berhasil diamankan, Bripda Fatur menggiring terduga pelaku keluar bangunan. Di luar, warga telah berkumpul dan nyaris menghakimi pelaku. Untuk mengantisipasi amuk massa, Bripda Fatur bersama personel lainnya segera membawa terduga pelaku ke kantor polisi terdekat untuk menjalani proses lebih lanjut.
"Karena massa sudah banyak berkumpul dan situasinya mulai memanas, pelaku langsung dibawa ke kantor polisi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.
Video yang memperlihatkan Bripda Fatur keluar dari bangunan sambil menggenggam tangan terduga pelaku kemudian beredar luas di media sosial. Aksinya mendapat banyak pujian karena dinilai menunjukkan kesiapsiagaan sebagai anggota Polri, meski saat kejadian ia tidak sedang bertugas. (*)
Editor : Duito Susanto