Kejar Dukungan APBN, Pemkab Kutim Matangkan Persiapan Pembangunan RSUD Muara Wahau

Jufriadi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 12:43 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kutim Yuwana Sri Kurniawati. (Jufriadi/KP)
Kepala Dinas Kesehatan Kutim Yuwana Sri Kurniawati. (Jufriadi/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih mengupayakan dukungan APBN untuk pembangunan RSUD Muara Wahau. Sembari menunggu kepastian tersebut, pemerintah daerah menuntaskan seluruh dokumen perencanaan agar proyek siap dieksekusi saat pendanaan tersedia.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan agar pembangunan rumah sakit di wilayah hulu itu dapat dibiayai melalui APBN.

"Mudah-mudahan ada lampu hijau dari pusat sehingga kita bisa dapat anggaran dari APBN, namun seandainya tidak, tentunya kita siapkan alternatif melalui APBD Kutim," ujarnya.

Baca Juga: Curi Motor Buat Nikah, Pria di Kutim Diciduk Polisi saat Bersama Kekasihnya di Penginapan

Menurut Yuwana, pembangunan RSUD Muara Wahau merupakan program lanjutan untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di kawasan hulu Kutim.

"Rencana pembangunan RSUD Wahau ini merupakan keberlanjutan program dan bentuk komitmen Pemkab Kutim dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan, lokasi pembangunan telah dipindahkan dari Desa Karya Bhakti ke Desa Wanasari. Perubahan dilakukan karena lokasi awal terkendala tata ruang.

"Awalnya memang sempat diproses di Desa Karya Bhakti, namun karena ada keterbatasan kawasan dan tata ruang, lahannya kita alihkan ke Desa Wanasari," ungkapnya.

Baca Juga: Resmi! Ekraf Kini Punya 21 Subsektor, Termasuk AI hingga Konten Kreator

Lahan hibah tersebut, kata dia, telah dipastikan tidak bermasalah dari sisi legalitas setelah dikoordinasikan dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja.

Tahun ini, Dinas Kesehatan memfokuskan anggaran pada penyusunan dokumen perencanaan. Hal itu dilakukan menyesuaikan kebijakan efisiensi anggaran.

Pemerintah fokus pada penyusunan Feasibility Study (FS) bekerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul), dilanjutkan dengan DED, Masterplan, serta UKL-UPL

"Karena tahun ini ada efisiensi anggaran, maka kita fokus dulu pada tahap persiapan menyeluruh," jelasnya.

Baca Juga: Pemerintah Rilis Kriteria Guru Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), Berstatus PNS dan Wajib Kuasai Bahasa Asing

Apabila seluruh tahapan perencanaan selesai sesuai jadwal, pembangunan fisik RSUD Wahau ditargetkan dimulai pada 2027 dan diperkirakan rampung dalam waktu satu hingga dua tahun.

"Sehingga pada 2028 bangunan fisik RSUD Wahau sudah berdiri siap dan tinggal mengisi sarana prasarana, alat kesehatan, serta SDM-nya," tuturnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
Muara wahau Yuwana Sri Kurniawati pemkab kutim dinas kesehatan