KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Usulan pemuda Sangatta Selatan untuk mengubah bangunan pasar yang selama ini sepi menjadi pusat kuliner dan ruang kreatif berbasis UMKM mendapat respons positif dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim).
Meski belum menjadi keputusan final, gagasan tersebut disebut sejalan dengan upaya pemerintah menghidupkan kembali aktivitas di kawasan pasar. Kepala Disperindag Kutim Nora Ramadani mengatakan, pihaknya memang tengah mencari berbagai strategi agar kios-kios di Pasar Sangatta Selatan kembali ramai ditempati pedagang.
"Salah satu opsi memang menjadikannya pusat kuliner, tetapi bangunannya nanti perlu ditata kembali," ujarnya.
Menurut Nora, wacana tersebut sebenarnya telah masuk dalam sejumlah alternatif penataan yang sedang dipertimbangkan Disperindag. Namun hingga kini belum ada keputusan terkait konsep yang akan diterapkan.
Ia menambahkan, Disperindag terbuka terhadap kerja sama dengan pihak ketiga apabila dinilai mampu menghidupkan kembali kawasan pasar.
"Kalau memang ada tawaran dari pihak ketiga, seperti teman-teman yang ingin bekerja sama, sepanjang itu baik tentu akan kami adopsi dan kami dukung," ucapnya.
Nora mengungkapkan, tingkat keterisian kios di Pasar Sangatta Selatan saat ini masih sangat rendah. Dari sekitar 52 kios yang tersedia, hanya sekitar tiga hingga empat unit yang masih ditempati pedagang.
"Kalau tidak salah sekitar 52 kios. Yang ditempati hanya tiga sampai empat kios saja. Itu pun aktivitasnya tidak terlalu ramai," jelasnya.
Sepinya aktivitas perdagangan di kawasan tersebut, lanjut dia, dipengaruhi beberapa faktor. Selain pembeli lebih banyak berbelanja di area bawah pasar, fasilitas pendukung seperti area parkir juga belum memadai.
Disperindag juga memastikan tidak ada persoalan apabila konsep pasar dikembangkan menjadi sentra kuliner. Menurut Nora, fungsi pasar tetap sama sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli.
"Tidak ada perbedaan. Pasar basah maupun pasar kuliner tetap sama. Intinya pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli," tegasnya.
Sebelumnya, kelompok Adidaya Pemuda mengusulkan pemanfaatan bangunan pasar di Sangatta Selatan menjadi food court dan ruang kreatif yang dilengkapi area sarapan, kafe malam, playground, serta lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan.
Konsep tersebut diprioritaskan untuk mewadahi pelaku UMKM lokal dan saat ini masih dalam tahap penyusunan blueprint sebelum dipresentasikan kepada Disperindag Kutim. (*)
Editor : Sukri Sikki