Karhutla Lalap 5 Hektare Belukar di Sangatta Utara, Padam Setelah 5 Jam  

Jufriadi • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:14 WIB
KARHUTLA: Petugas gabungan berupaya memadamkan api di Jalan AW Sjahranie, Sangatta Utara, Sabtu (22/8). (IST)

 
KARHUTLA: Petugas gabungan berupaya memadamkan api di Jalan AW Sjahranie, Sangatta Utara, Sabtu (22/8). (IST)  

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) terjadi di Jalan AW Sjahranie, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim) Sabtu (22/8). Sekitar lima hektare lahan belukar terbakar dan baru berhasil dikendalikan setelah petugas melakukan pemadaman selama lima jam.

Pemadaman dimulai sekitar pukul 13.00 hingga 18.00 Wita. Sebanyak enam personel Satuan Samapta Polres Kutim bersama 10 petugas BPBD diterjunkan untuk mengendalikan api.

Baca Juga: Produksi Pisang Kaltim Turun 29,73 Ribu Ton, Wilayah Ini Jadi Penopang Utama

Satu unit kendaraan tangki air dan satu kendaraan roda empat BPBD turut dikerahkan. Petugas menyisir titik-titik yang terbakar dan melakukan penyemprotan air untuk mencegah api menjalar ke area lain.

Kapolres Kutim AKBP Aryansyah mengatakan, penanganan karhutla dilakukan secara cepat dengan melibatkan unsur terkait. Langkah tersebut penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.

“Kami terus mengoptimalkan langkah pencegahan dan penanganan karhutla. Setiap laporan kebakaran harus segera ditindaklanjuti agar api tidak meluas dan membahayakan masyarakat maupun lingkungan,” kata AKBP Aryansyah.

Baca Juga: Disnakertrans PPU Rilis Rekapitulasi Pencari Kerja, Lonjakan Terjadi April 2026

Kondisi api berhasil dikendalikan setelah petugas melakukan pemadaman selama beberapa jam. Petugas tetap melakukan antisipasi di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

AKBP Aryansyah meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran, khususnya di lahan dengan kondisi vegetasi kering.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika melihat adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujarnya.

Baca Juga: PPU Masuk Piloting Nasional, Penyaluran Bansos Bakal Terintegrasi Digital

Polres Kutim bersama BPBD dan unsur terkait masih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Kawasan dengan vegetasi kering menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian untuk mencegah kebakaran meluas. (*)

Editor : Sukri Sikki
sangatta utara kutai timur karhutla polres kutim